Sepekan Terakhir; Jepara Nihil Pemakaman Covid-19

0
36
Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Gede Ayu SH SSos MH MSi (Han) ajak masyarakat tidak abai prokes 5M.(Foto:SN/hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Dalam sepekan terakhir ini Jepara nihil pemakaman Covid-19, sebagaimana data yang disampaikan Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Sabtu (28/Agustus) 2021 malam (tadi malam). Jepara mulai tidak ada lagi pemakaman Covid-19, terhitung sejak Minggu (22/Agustus) lalu sampai dengan Sabtu (28/Agustus).

Sementara jumlah kematian sejak awal pandemi di Jepara yang diumumkan Satgas Covid-19 pada tanggal 28 Agustus 2021 pukul 16.53. mencapai 999 orang. Sedangkan portal resmi Satgas Coid-19 Jepara juga diumumkan, warga yang terkonormasi mencapai 18.225 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.082 orang (93,73 persen) dinyatakan sembuh dan 144 orang (0,79 persen) masih dalam kondisi positif. Sedangkan yang meninggal sebanyak 999 orang (5,48 persen). Sedangkan dari 144 orang yang masih positif, 11 orang dirawat di rumah sakit (RS) di luar daerah, dan dua desa di Jepara, tetap masih dalam zona hijau.

Sebab, tidak ada warganya yang terpapar virus Corona, masing-masing Desa Parang dan Kemujan, di karimunjawa. Terkait semakin membaiknya kondisi Jepara, maka warga kabupaten ini  harus bersyukur karena masa-masa sulit telah terlampaui.

Kajari Jepara, Gede Ayu SH SSos MH MSi (Han) mengungkapkan hal tersebut, seraya menambahkan bahwa Jepara telah berada di level 2. ”Namun demikian jangan sampai kemudian kita abai dan meninggalkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, walau pun kecil jumlahnya tapi setiap hari masih saja ada warga Jepara yang terkonfirmasi Covid-19 sebagaimana diumumkan oleh Satgas tersebut. Selain itu, Jepara adalah daerah terbuka yang mobilitas masyarakatnya cukup tinggi, sehingga potensi penuluran masih ada.

”Oleh sebab itu, gerakan 5 M seperti memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan kontak langsung, serta mengurangi mobilitas harus menjadi perilaku baru kita,” ajaknya. Ia juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, para pemuka agama dan aparat di semua tingkatan, untuk terus menjadi teladan dalam melaksanakan 5 M ini, meskipun telah mendapat suntikan vaksin.