Baru Setengah Pelaku Usaha Pariwisata yang Mendapat Bantuan

0
52
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata Joko Prasetyo.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pelaku usaha industri pariwisata di Kabupaten Pati tentu terdampak besar yang ditimbulkan oleh covid-19. Maka Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata Joko Prasetyo mengusulkan agar mendapat bantuan dari pemerintah.
“Yang kami usulkan untuk pelaku usaha pariwisata, itu totalnya 645 orang dari beragam latar belakang usaha kepariwisataan,” ucapnya saat ditemui media Saminnews, Jumat (29/5/2020).
Bantuan yang diberikan itu, lanjutnya, bukan sejumlah uang tunai, melainkan paket sembako. Yang terdiri dari beberapa kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak, tepung, dan sebagainya.
Beragam pelaku usaha pariwisata, menurut Joko, mulai dari pengelola objek wisata, ekonomi kreatif (Ekraft), hotel, dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau ASITA.
Akan tetapi, yang sudah dicover dari total keseluruhan pelaku usaha itu belum mampu menjangkau semuanya. Hanya separuh dari total keseluruhan yang telah mendapat bantuan dari pemerintah. “sudah ada 300 yang dibantu dari jumlah keseluruhan. Kwartir Cabang (Kwarcab) Pati yang menjadi koordinatornya,” jelasnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan sekretariat daerah (Sekda) bagaimana kelanjutan dari yang belum tersentuh bantuan. Dengan begitu, diusulkan kembali agar total dari yang diusulkan bisa tercover semua.
“Jumat (29/5) tadi pagi saya koordinasikan dengan Sekda, mengusulkan kembali dari yang kekurangannya itu,” kata dia.
Tahun ini, tahun dimana sebuah virus bernama COVID-19 (Corona Virus Desease 19) menyerang hampir seluruh isi bumi tanpa terkecuali. Virus covid-19 ini tidak hanya menyerang manusia tetapi juga menyerang pada aspek perekenomian dengan segala permasalahan yang timbul akibat efek berantai yang diakibatkannya.
Sektor pariwisata misalnya, sejak merebaknya kasus virus corona mengakibatkan banyak objek wisata di Kabupaten Pati ditutup. Karena, hal itu demi menghindari resiko berkumpulnya massa. Terlebih, notabenenya sebagai tempat wisata, daya tarik berkunjung yang tinggi akan berimbas pada kerumunan.