Lampu Penerangan di Pusat Kuliner Pati Belum Maksimal

0
21
Kondisi kawasan lingkungan Pusat Kuliner Pati malam hari untuk lampu penerangan yang belum maksimal sehingga belum memberikan daya tarik pengunjung secara maksimal.(Foto:SN/aed)


SAMIN-NEWS.COM PATI – Sepekan setelah para pedagang relokasi masuk ke Pusat Kuliner Pati tidak hanya mereka yang menilai lampu penerangan di lingkungan tersebut belum maksimal, tapi banyak pengunjung pun mengungkapkan hal sama. Hal tersebut yang mendesak untuk dicarikan jalan pemecahan agar upaya pemerintah kabupaten (pemkab) setempat menyediakan fasilitas publik itu benar-benar tuntas.
Untuk penyediaan sarana pendukung yang lain, seperti panggung hiburan dalam upaya menarik pengunjung atau meramaikan tempat itu dinilai sudah maksimal, karena berlangsung tiap pekan dan bahkan pada malam liburan. Seperti malam ini, misalnya, meskipun dengan persiapan mendadak tetap diselenggarakan hiburan musik dangdut oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabuoaten Pati.
Apalagi, kata beberapa pengunjung, jika fasilitas pendukung khususnya lampu penerangan benar-benar dioptimalkan. Memang untuk penerangan jalan umum (PJU) di ruas jalan tersebut (Tunggul Wulung) sudah ada penambahan beberapa titik, tapi kondisinya tidak banyak menolong karena diletakkan di seberang jalan.
Sedangkan yang lebih dekat dengan lingkungan dalam pusat kuliner, atau pagar keliling hanya dipasang lampu hias yang seharusnya ditambah lampu penerangan di sisi dalam. ”Salah satu faktor penyebab lamou penerangan yang belum maksimal, karena di dalam lingkungan tersebut terdapat pohon-pohon besar yang daunnya cukup rimbun,”ujar salah seorang di antara mereka, Setyawan asal Wedarijaksa.
Suasana di lingkungan dalam Pusat Kuliber Pati masih mengoptimalkan lampu penerangan dari tenda para pedagang.(Foto:SN/aed)

Sebab, katany lagi, jenis pohon trembesi itu juga cukup besar sehingga dengan daun yang rimbun tersebut sinar lampu sulit untuk memantulkan cahaya yang benar-benar maksimal, berapa pun jumlahnya. Akan tetapi hal itu ada kecualinya, yaitu tiang lampu yang dipasang dalam posisi cukup tinggi.
Lebih-lebih lagi, jika lampu-lampu hias tersebut ditambahkan pada dahan pohon karena sekarang produk lampu lets juga cukup banyak. Maksudnya banyak dalam bentuk dan model, sehingga banyak pilihan penggunaan lampu dengan daya pancar yang membuat suasana dalam lingkungan Pusat Kuliner Pati memunculkan daya tarik tersendiri.
Dengan kata lain, jika fasilitas tempat berjualan pata pedagang sudah dibangun menggunakan biaya cukup mahal, seharusnya jangan kepalang. ”Apalagi, yang saat ini dirasakan oleh pedang maupun pengunjung belum maksimal adalah soal lampu penerangan,”tambahnya.

Terpisah Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperind) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono ketika ditanya hal tersebut tidak mengelak dan sudah dibahas dalam rapat koordinasi, termasuk belum dilakukannya rekayasa lalu lintas di Jl Tunggul Wulung karena lampu penerangan jalan tersebut belum maksimal. ”Untuk limngkungan Pusat Kuliner sebentar lagi akan dapat tambahan lampu penerangan yang dibongkar dari Alun-alun Simpanglima Pati.”(sn)