SAMIN-NEWS.com – Pemerintah Kabupaten Pati merespons cepat dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa SMK Negeri 4 Pati. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung meninjau kondisi para siswa pada Senin (9/2/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis yang optimal serta memantau proses observasi kesehatan yang sedang berlangsung. Berdasarkan pemantauan sementara, kondisi siswa berangsur membaik dan seluruhnya berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rendole yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa. SPPG tersebut merupakan SPPG percontohan pertama di Kabupaten Pati dan selama ini telah menjalankan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.
“SPPG ini adalah SPPG percontohan pertama di Kabupaten Pati yang diinisiasi oleh Yayasan Patriot Bangsa. Selama ini ya memang SPPG ini sudah melaksanakan SOP-SOP yang sudah berjalan. Nah, kita baru observasi, sampelnya sudah dikirim ke Semarang, tadi menunya adalah ayam, terus tahu dan ada sayuran. Kita belum tahu, makanan mana yang menjadikan adik-adik sekolah ini keracunan,” jelas Chandra.
Ia menyebutkan, para siswa mengalami keluhan berupa mual, pusing, hingga muntah. Meski demikian, perkembangan kondisi para siswa menunjukkan tren positif.
“Jadi, mual, pusing, dan ada beberapa yang sudah muntah-muntah, ini baru diobservasi. Semoga tidak ada masalah bagi adik-adik lagi. Para siswa sudah mulai membaik, mualnya sudah mulai hilang, tapi ada beberapa yang masih mual, pusing, sebagian besar sudah mulai membaik. Total ada 22 anak, semua terkontrol di KSH,” ungkapnya.
Chandra menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pati bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para siswa, termasuk pembiayaan perawatan. Selain itu, pihaknya juga akan memperketat kembali penerapan SOP di seluruh SPPG yang ada di Kabupaten Pati guna mencegah kejadian serupa.
“Biaya perawatan pasti Pemerintah Daerah support. Tadi sudah saya informasikan kepada Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk semua SPPG di Kabupaten Pati terkait SOP,” pungkasnya.
