Tim KKN-T IPB Sulap Bunga Telang dan Rosella Menjadi Produk Teh Herbal

0
67

SAMIN-NEWS.com, PATI – Program pengabdian menjadi salah satu pilar dalam tri dharma perguruan tinggi. Meski dalam kondisi pandemi covid-19, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) tetap semangat untuk mengabdi kepada masyarakat melalui kuliah kerja nyata tematik (KKN-T) di domisili masing-masing. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya program yang dirancang oleh kelompok KKN-T IPB patikab01. Kelompok yang dibimbing oleh Dr. Eng. Obie Farobie, M.Si ini melakukan kegiatan KKN-T di Desa Ngawen, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Salah satu program yang dilakukan adalah pekarangan pangan produktif.

Pekarangan pangan produktif merupakan lahan pekarangan yang memiliki fungsi multiguna karena lahan yang relatif sempit dapat menghasilkan berbagai macam umbi, sayur, buah, tanaman rempah dan obat, tanaman hias serta budidaya ternak dan ikan. Program ini sangat cocok dalam situasi PPKM mengingat tagar #dirumahsaja menjadi anjuran. Optimalisasi pekarangan untuk mendukung pemulihan situasi covid-19 di lingkungan keluarga dapat melalui penanaman TOGA (tanaman obat keluarga).

Tim KKN-T IPB patikab01 melakukan sosialisasi mengenai khasiat dan budidaya tanaman telang (Clitoria ternatea) dan rosela (Hibiscus sabdariffa) kepada ibu-ibu PKK RT. 04 RW. 02 Desa Ngawen (30/7/2021).

Telang sendiri merupakan tanaman obat yang bagian bunganya sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Bunga telang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antiinflamasi dan analgesik. Umumnya telang hanya dipandang sebelah mata karena merupakan tanaman liar yang merambat di pagar warga. Perbanyakan tanaman bunga telang dapat dilakukan melalui biji dan mulai berbunga pada umur 5-6 bulan.

Rosela (Hibiscus sabdariffa) merupakan bunga yang memiliki potensi sebagai sumber bahan pangan fungsional, antibakteri, zat pewarna alami serta mengandung vitamin C. Seluruh bagian tanaman rosella  memiliki nilai manfaat terutama bagian kelopak bunga yang telah banyak diteliti dan dikaji, baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti halnya tanaman telang, budidaya rosela dapat dilakukan melalui biji. Pemanenan pertama rosela dilakukan 4-5 bulan setelah ditanam. Pemanenan dapat terus dilakukan hingga tanaman tidak menghasilkan bunga, yaitu sekitar 4-8 bulan berikutnya.

Produk olahan dari bunga telang dan rosella yang disampaikan oleh tim KKN-T IPB patikab01 kepada ibu PKK adalah teh rosela dan teh telang. Produk ini dipilih karena minuman teh mudah dalam diolah dan sering dikonsumsi masyarakat. Selain itu, tim KKN-T IPB patikab01 juga memberikan sosialisasi terkait cara pengemasan dan penjualan bunga telang kering.

“10 gram simplisia bunga telang dapat dijual dengan harga Rp. 10.000”, kata Augie.

Sebelum pelaksanaan program, sudah ada beberapa warga yang mengetahui tanaman bunga telang namun belum mengetahui khasiat dari bunga telang itu sendiri. Ketika pelaksanaan program, warga yang mengikuti sosialisasi terlihat sangat antusias ketika tim KKN-T memberikan penjelasan mengenai tanaman bunga telang, cara budidaya, pengolahan beserta manfaat yang ada. Beberapa ibu PKK ikut mencicipi teh telang yang sudah diseduh oleh tim KKN-T IPB patikab01. Ibu-ibu PKK juga menunjukkan minat untuk mencoba membudidayakan bunga telang dan rosella ketika diadakan pembagian bibit dari tim KKN-T.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan pengenalan bunga telang dan rosela masyarakat lebih aktif dalam memanfaatkan pekarangan dan berinovasi dalam mengembangkan produk terutama bunga telang dan rosela”, tutur Augie selaku ketua tim KKN-T IPB patikab01.

Pengirim : Tim KKN-T IPB patikab01