Garudafood Dirintis Pendiri Perusahaan PT Tudung Putra Jaya

0
55
Awan Susila (kiri), ''Head of Manufacturing'' Garudafood saat mendampingi Bupati Haryanto bersama jajaran Forkopimda dalam pelaksanaan serbuan vaksinasi massal di perusahaan makanan tersebut, Selasa dan Rabu lalu.(Foto:SN/dok-dar)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selesai melaksanakan serbuan vaksinasi massal kepada ribuan pekerja dan juga warga di lingkungan perusahaan, Selasa (6/Juli) dan Rabu (7/Juli) lalu, ada hal yang tentu belum lengkap jika tidak menyimak apa yang disampakan ”Head of Manufacturing” Garudafood, Awan Susila. Yakni, tentang Garudafood atau PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk yang mempunyai kode saham (GOOD)

Perusahaan tersebut, paparnya adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman yang terbesar di Indonesia. Awal berdirinya di Tahun 1990, tapi kegiatan bisnis Garudafood telah dirintis sejak Tahun 1979 oleh pendiri perusahaan melalui Perseroan Terbatas (PT) Tudung Putra Jaya (TPJ) yang berlokasi di Pati, Jawa Tengah.

Perusahaan itu memasarkan produk kacang yang kemudian dikenal sebagai Kacang Garuda (Garuda Peanut). ”Sekarang ini, Garudafood memproduksi dan memasarkan produk-produk makanan dan minuman dengan tujuh merk terkemuka,” tandasnya.

Karena itu, lanjut Awan Susila, ketujuh merk tersebut selain Garuda adalah Gery, Leo, Clevo, Prochis dan Topchis. Sedangkan sejumlah produk yang duhasilkan itu menakup biskuit, kacang, pilus, keripik, ”confectionery”, minuman susu, bubuk cokelat, keju dan mayonaise karena Garudafood juga mengekspor poduk-produknya ke lebih dari 20 negara dengan fokus di negara-negara ASEAN, Tiongkok dan India.

Sebagian besar produk Garudafood, tambahnya, dibuat di sejumlah fasiltas produksinya sendiri, dan saat ini mengelola dua fasilitas produksi di Pati, satu fasilitas din Gresik, Jawa Timur (Jatim), satu fasilitas produksi di Kawasan Ibdustri Rancaekek, Sumedang, Jawa Barat (Jabar) dan selebihnya satu fasilitas produksi di Cikarang, Jabar.

”Selain itu seluruh produk Garudafood telah memperoleh sertifikasi halal dan ISO 22000; Sistem Manajemen Keamanan Makanan,” ujarnya.