Penerapan PPKM Darurat di Cluwak, Sebagian Kelompok Masyarakat Belum Patuh

0
215
Muspika Cluwak dalam giat monitor ppkm darurat bersama dengan jajaran Polsek dan Koramil setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pemerintah Kecamatan Cluwak terus berupaya melakukan sosialisasi tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan edukasi terhadap penerapan kedisiplinan protokol kesehatan dan aturan yang berlaku.

Dalam penerapan PPKM Darurat tersebut, pemerintah daerah membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah. Termasuk mengatur aktivitas perekonomian, seperti warung, pedagang kaki lima (PKL) untuk tutup pukul 20.00 wib, serta hanya melayani pembungkusan sebab tidak boleh makan di tempat.

Muspika Cluwak dalam giat monitor ppkm darurat bersama dengan jajaran Polsek dan Koramil setempat. Sosialisasi dilakukan dengan berkeliling mulai kantor kecamatan Jln. Raya Jepara-Tayu, mulai dari Desa Plaosan ke timur sampai Pasar Ngablak. Kemudian, dilanjut ke utara arah Desa Bleber, Karangsari dan berakhir di Kecamatan lagi.

Camat Cluwak, Agus Purwanto mengatakan dalam operasi monitor yang dilakukannya itu, ia menjumpai beberapa komponen masyarakat yang tidak patuh terhadap aturan ppkm darurat. Beberapa warung ditemukan masih buka meski waktu menunjukkan di atas pukul 20.00 wib.

“Beberapa masih ada komponen masyarakat yang belum mematuhi ppkm darurat,” kata Agus seusai kegiatan kepada Samin News, Kamis (8/7/2021) malam tadi.

Meski demikian, menurutnya masyarakat pada cukup partisipatif. Hakikatnya mereka diberi teguran, pemahaman, edukasi tetap bersedia untuk melakukan penutupan (warung, red). Partisipasi masyarakat seperti itu yang diharapkan.

Muspika Cluwak hingga kini sudah berulang kali melakukan upaya edukasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku pekan depan akan mengevaluasi dari penerapan kedisiplinan ppkm darurat di wilayahnya.

“Pekan depan kita akan evaluasi, setelah kali ini kita adakan monitor yang kesekian kalinya,” ujar Agus.

Pasalnya, kata dia masyarakat di sekitar jalan utama itu cenderung lebih tertib. “Kami mencoba bereksperimen kami masuk ke dalam desa. Ternyata di jalan utama relatif lebih tertib, tetapi yang di desa ternyata ada beberapa (toko/warung) yang masih buka,” pungkasnya.