Soal Pasar Hewan Sering Jadi Bahan Diskusi dan Perdebatan

0
87
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati BJ Isrhoni.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bicara soal Pasar Hewan Margorejo selama ini, tak lebih hanya sebuah pasar yang tak mampu memaksimalkan pendapatan dari retribusinya. Padahal, dari sisi aset untuk luas tanahnya lebih dari 3 hektare.

Hanya sayangnya, karena pasar hewan maka bukanya pun tiap hari pasaran ”Wage,” selebihnya hari itu pasar kembali sepi. Akibatnya, pendapatan yang didapat hanya dari retribusi masuknya sapi menggunakan tambatan, jika tidak salah per ekor hanya Rp 3.000.

Dengan demikian, jika tiap hari pasaran rata-rata hanya 300 ekor sapi maka hanya masuk retribusi Rp 900.000. Itupun jika pemilik sapi mau membayar penuh, tapi jika sebaliknya tentu jauh dari itu, ditambah dari retribusi parkir kendaraan yang tidak  seberapa.

Karena itu, papar Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabuaten Pati, BJ Isrhony, kondsi aset pasar yang demikian itu jelas mengundang keprihatinan. ”Hal itu juga sering menjadi perdebatan dan diskusi bagi yang peduli,” ujarnya.

Salah satu los tambatan sapi yang belum beratap dan penambahan atap satu los lainnya.

Gagasan pokok yang muncul dari perdebatan tersebut, lanjut dia, yaitu bagaimana pihak yang berkompeten agar berani melakukan perubahan maksimal. Yakni, selain tetap mempertahankan pasar hewan juga berani menambahnya dengan pasar umum.

Jika perlu bukan hanya sekadar pasar umum yang buka tiap hari, tapi hanya dari pagi sampai siang. Akan tetapi lebih dari itu,  bila perlu dibuka sebagai pasar grosir yang bua dari pagi sampai sore hari.

Pertimbangannya yang mendasar, karena lokasi pasar yang cukup luas itu terletak di pinggir jalan raya nasional Jakarta-Surabaya. Dengan demikian, hal tersebut akan memberikan daya tarik tersendiri jika ada sesuatu yang baru tersaji di sini.

Salah satu contoh pasar hewan yang saat ini tengah berinteraksi dengan lingkungannya adalah Pasar Kambing, di Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu.”Di lingkungan pasar tersebut juga sudah ditopang dengan pasar umum,”tandasnya.