Bulog Pati Terus Lakukan Serapan Secara Maksimal

0
106
Didampingi Kepala Gudang Bulog 204 Pati, Sutoyo, Kepala Bulog setempat Yonas Haryadi (baju hitam) tengah berbincang dengan salah seorang mitranya, H Martono, di warung dalam lingkungan gudang tersebut.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Di tengah ribut-ributnya pemerintah impor beras, pihak Bulog Pati terus melakukan penyerapan beras scara maksimal dari para mitra kerjanya. Bahkan, di hari libur nasional ini yang bersangkutan sama sekali tidak ada kesempatan untuk libur, dan tetap harus melakukan pemantauan dan pengecekan ke gudang.

Sebab, dalam kesempatan penyerapan pengadaan untuk kepentingan stok pangan nasional ini, papar Ka Bulog Pati, Yonas Haryadi, serapannya harus benar-benar bisa maksimal. Sehingga, para mitra kerja yang sudah melakukan kontrak dengan Bulog, setiap saat harus diberi peluang waktu untuk memasukkan beras ke gudang.

Saat ini, gudang yang digunakan menampung beras hasil serapan dari para mitra kerja di Pati adalah Gudang 204 di Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo. ”Sedangkan Gudang 205, di Desa Bumirejo juga di wilayah kecamatan setempat untuk menampung serapan pengadaan dalam bentuk gabah kering giling(GKG),” ujarnya.

Hasil serapan beras yang sudah masuk di Gudang 204.
Para pekerja panggul terus bekerja memasukkan serapan beras dari truk ke gudang tersebut.

Selebihnya, lanjut Yonas Haryadi, adalah serapan yang sudah masuk ke gudang-gudang lain, baik di Blora, Rembang, Kudus, dan Jepara. Sampai Kamis (1/4) kemarin, serapan beras dari para mitra kerjanya sudah terkumpul sebanyak 5.200 ton dalam kurun waktu sekitar satu bulan, tapi untuk kontrak dari mitra kerja sampai hari ini sudah 6.000 ton setara beras.

Dengan demikian, dalam kesempatan seperti sekarang pihaknya tetap dituntut untuk bisa melakukan serapan pengadaan untuk stok nasional secara maksimal. Karena itu, para Satgas Bulog juga siap melakukan pembelian langsung hasil panenan padi para petani di lapangan, asal gabah hasil panenan tersebut memenuhi standar kualitas Bulog.

Tidak hanya itu, Satgas juga siap melakukan pemotongan padi secara langsung dengan menggunakan mesin pemotong. ”Dengan demikian, hal itu akan membuat para petani memahami bahwa harga pembelian pemerintah (HPP), baik untuk Gabah Kering Panen (GKP) maupun GKG, asal sesuai syarat yang ditentukan kami pun siap melakukan hal itu,” tandasnya.