PT Sejin Dibuka, Upah Minimum Juga Harus Ditingkatkan

0
37
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pati, Tri Hariyama.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pati, Tri Hariyama menilai dengan dibukanya salah satu perusahaan besar asing, yakni PT Sejin Fashion Indonesia akan berdampak terhadap ketenagakerjaan di Kabupaten Pati.

Sebab dengan kapasitas produksi yang besar oleh perusahaan garmen itu akan merekrut tenaga kerja yang diprioritaskan dari tenaga lokal. Hingga, hal ini akan berdampak pada penurunan angka pengangguran.

“Ya dengan berjalannya waktu, PT Sejin Fashion Indonesia otomatis mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati,” ujar Tri kepada Samin News, Senin (8/3/2021).

PT Sejin yang notabenenya baru menancapkan kakinya di Kabupaten Pati untuk menanamkan modal atau investasi di daerah. Kemudian, lowongan pekerjaan secara otomatis meningkat yang menyerap tenaga kerja.

Di sisi lain, dengan bertambahnya industri manufaktur ini, maka akan berdampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Meski, memang saat ini tenaga kerja kita terbilang murah, maka diharapkan juga akan semakin kompetitif terhadap harga tenaga kerja di Kabupaten Pati ke depannya.

Sementara itu, Ia melanjutkan bahwa nanti perusahaan PT Sejin tersebut secara berkala akan membutuhkan sedikitnya ribuan tenaga kerja. Hak ini untuk ditempatkan pada masing-masing lini perusahaan, baik produksi hingga perawatan dan lainnya.

“4.000 tenaga kerjanya nantinya akan dibuka lowongan pekerjaan oleh PT Sejin,” dia menjelaskan.

“Dengan dibukanya perusahaan PT Sejin di Pati, tentu akan mengurangi angka pengangguran,” tambah dia.

Lantas, setelah banyak perusahaan yang melirik Kabupaten Pati sebagai investasi yang strategis untuk mengembangkan perusahaan. Maka, selanjutnya harga upah minimum juga meningkat.