Awal Panenan Padi Harga Gabah Belum Bisa Dinikmati Petani Secara Maksimal

0
175
Tumpukan gabah dalam karung hasil pembelian panenan padi petani sistem tebasan.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam kesempatan apa pun kalau musim panen padi hasil tanam pada musim tanam (MT) 1 seperti sekarang, para petani selalu mempunyai posisi tawar yang menguntungkan. Bahkan dalam kondisi sebaliknya seperti saat musim panen raya, bisa saja harga jual panenan padinya semakin tidak bisa maksimal.

Hal itu akan terjadi sepanjang tahun, karena waktu pelaksanaan musim tanam seperti MT I di mana-mana berlangsung secara bersamaan. Dengan demikian, panenannya sudah pasti bersamaan sehingga dalam kondisi seperti ini para petani tentu tak bisa berkelit, kecuali ada gerakan pola hasil panenan masuk dan disimpan ke dalam lumbung terlebih dahulu.

Akan tetapi, ungap para petani, petani sekarang jauh berbeda dengan petani masa lalu, tidak dituntut kebutuhan mendesak, seperti membayar uang kuliah anak. ”Dengan demikian, selesai panen MT I ini setelah dijual juga harus kembali dimanfaatkan untuk membiayai musim tanam berikutnya atau MT II,” ujar salah seorang di antara mereka, Nuryanto (61) petani asal Baturejo, Kecamatan Sukolilo.

Apalagi, lanjut dia, bercocok tanam padi sekarang juga berbeda dengan dulu, karena tanaman baru bisa tumbuh subur dan menghasilkan jika harus didukung dengan pemupukan dan juga obat-obatan. Tanpa dukungan semprotan tersebut jangan harap bisa memberikan hasil maksimal, meskipun ketika dijual hasilnya belum bisa mencapai maksimal.

Seperti hasil panenan awal ini, di luar kondisi tanaman padi yang terendam banjir, di Pati ini banyak tanaman padi  petani yang bagus dan hasilnya jika dipanen juga maksimal. ”Tapi harga jual gabahnya dalam kondisi  kering panen saat ini per kilogram hanya Rp 3.500, sehingga bisa dibayangkan, berapa pendapatan petani yang harus bekerja maksimal selama 4 bulan lebih,” tandasnya.

Ditanya berkait hal tersebut pengusaha perberasan di Juwana Ega Tanto tidak mengelak, di mana dia saat ini jika membeli gabah dari para petani dengan kondisi kering panen, adalah antara Rp 3.500 -Rp 3.600 per kilogram. ”Di mana-mana harga tersebut adalah sama, karena saat ini untuk daerah lain juga  sedang musim panen,” imbuhnya.