Pembina Yayasan Jabal Nur Pesantenan Bawa Personel Klinik Untuk Pengobatan

0
133
Pembina Yayasan Jabal Nur Pesantenan Pati, dr H Eko Yulianto (Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Diposisikan sebagai Pembina Yayasan Jabal Nur Pesantenan Pati, maka secara moral, dr H Eko Yulianto harus mampu membuat eksis yayasan yang berdiri belum genap tiga bulan ini. Apalagi sebagai orang yang selama ini bergerak di bidang kesehatan, dan sosial keagamaan maka dalam mengunjungi warga di lokasi genangan banjir, Minggu (14/2) tadi pagi, masalah pelayanan kesehatan pun tak ketinggalan.

Dua personel klinik miliknya, yaitu Asrina dan Sejahtera pun ikut serta dibawa untuk melayani warga Dukuh Nambang, Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo yang berdomisili, tak jauh dari bibir alur Kali Juwana. Selebihnya, petugas klinik juga dibawa serta ke Desa Kosekan, Kecamatan Gabus, seusai memberikan pelayanan puluhan orang di lokasi genangan banjir tersebut.

Menjawab pertanyaan, dr H Eko Yulianto menjelaskan, untuk pengobatan di dukuh yang kali pertama didatangi, petugas kesehatan klinik langsung melakukan pengobatan warga yang mengambil tempat di mushala. ”Adapun yang banyak diderita warga, adalah ketika dilakukan tensi tekanan darahnya rata-rata tinggi,”ujarnya.

Sejumlah warga Dukuh Nambangan, Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, saat menunggu giliran pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dari personel klinik kesehatan milik, dr H Eko Yulianto.(Foto:SN/aed)

Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu tak bisa dihindari karena sehari-hari harus menghadapi banjir di lingkungan tempat tinggalnya. Sedangkan penyakit lain yang kini juga sudah mulai diderita warga di lokasi genangan, adalah gatal-gatal akibat serangan kutu air.

Terlepas dari hal tersebut, dalam kegiatan yayasan yang mempunyai kegiatan lembaga pendidikan juga tengah direncanakan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi. Selain itu, tengah disiapkan pula pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) dengan menempati lahan miliknya, di Dukuh Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Sedangkan satu kegiatan yang masih dalam gagasan, adalah membuat lokasi Desa Wisata karena di lokasi tersebut pihaknya juga masih mempunyai lahan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan itu. ”Saat ini akan  kami sediakan pohon buah-buahan sebagai wisata petik, dan yang sudah ada adalah pohon durian,”imbuhnya.