Dibutuhkan Kesadaran untuk Berdonor Darah di Masa Pandemi Covid-19

0
36
Pelaksanaan donor darah di aula Kecamatan Gembong diikuti jajaran PNS, TNI/Polri, perangkat desa, karang taruna dan warga setempat.

SAMIN-NEWS.com, PATI -Masih berlangsungnya masa pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, maka tetap dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah. Sebab, siapa pun dalam hal ini akan memahami bahwa dengan setetes darah tetap akan menyelamatkan jiwa sesama, sehingga jangan sampai ada di antara kita yang enggan untuk melakukan hal tersebut.

Dengan demikian, lebih baik setiap ada kesempatan dan secara berkala donor darah ini bisa dilakukan secara bersama-sama oleh komunitas, terlepas berapa banyak jumlah ampul darah yang dihasilkan. Prinsipnya, selama para pedonor jumlahnya banyak maka ampul darah yang dihasilkan tentu akan lebih banyak, meskipun saat dilakukan pemeriksaan seperti tekanan darah, ada dari sekian calon pedonor yang tidak memenuhi syarat.

Akan tetapi, papar Camat Gembong, Cipto Mangunoneng yang mengajak warganya untuk tetap berdonor darah meskipun di masa pandemi, tapi hal itu tidak membuat yang berminat sangat rendah tapi sebaliknya. ”Untuk pelaksanaan donor tersebut memang dilakukan PMI Kecamatan Gembong, dan hal itu bekerja sama dengan PMI Kabupaten Pati,”ujarnya.

Pelaksanaan donor darah di aula Kecamatan Gembong diikuti jajaran PNS, TNI/Polri, perangkat desa, karang taruna dan warga setempat.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat berdonor, lanjutnya, maka bila perlu PMI kecamatan mempunyai data para pedonor dan kontak personalnya. Sehingga bila secara periodik dilaksanakan donor bersama benar-benar para pedonor tersebut akan langsung datang ke lokasi kegiatan donor itu dilakukan, semisal, di aula kecamatan ini.

Kendati belum ada rencana untuk melakukan ajakan donor dari PMI Kecamatan Gembong sampai ke desa-desa, untuk peserta donor darah kali ini jumlah pesertanya mencapi 71 orang. Karena diambil darahnya  sudah sebanyak itu yang memenuhi syarat, maka tiga bulan mendatang mereka sudah bisa melakukan donor lagi.

Jika cadangan pedonor lainnya sudah ada, maka Gembong akan mempunyai jumlah pedonor darah cukup banyak. ”Dengan demikian, Gembong bisa menjadi barometer dalam urusan kemanusiaan karena di kalangan warga memang sudah tumbuh kesadaran bahwa, setetes darah memang merupakan penyelamat jiwa seseorang yang membutuhkan,”tandas Cipto Mengunoneng.