Belum Genap Seminggu Dibersihkan, Sampah di Pinggir Jalan Jetak-Guyangan Kembali Berceceran

0
26
Sampah yang dibuang masyarakat di pinggir jalan Jetak Kecamatan Wedarijaksa -Guyangan Kcamatan Trangkil, apa pun alasannya harus masuk ke dalam kontainer dan bukan dibuang asalan di bawah maupun di sekitarnya.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sudah diprediksi sebelumnya bahwa sampah yang seharusnya dbuang oleh warga di pinggir ruas jalan Jetak Kecamatan Wedarijaksa, Kecamatan Trangkil akan secepatnya kembali berceceran di luar dan sekitar kontainer. Alasannya perlengkapan yang ditempatkan di lokasi itu jumlahhnya sangat minim, karena hanya ada satu unit.

Sebab, pernah diberi lebih beberapa tahun lalu justru dibakar oleh mereka sendiri, sehingga jika saat ini hanya tersedia fasilitas satu unit kontainer, risikonya sudah seperti yang terjadi selama ini. Yakni, sampah buangan warga tersebut akan berceran di bawah atau sekitar ditempatkannya kontainer tersebut, dan hal itu sama saja dengan pembuangan sampah asal-asalan.

Apalagi, personel petugas yang berjaga di lokasi itu juga tak pernah mencoba mengajak masyarakat, untuk ganti memasukkan sampah yang tak tertampung di kontainer ke dalam karung plastik berkuran besar. ”Jika tak ada yang mulai memberi contoh seperti iti, maka warga dalam membuang sampahnya pun asal lempar di sekitar kontainer,.”tandas salah seorang warga yang memperhatikan permasalahan itu, Pramana Saputra (42).

Sampah yang dibuang masyarakat di pinggir jalan Jetak Kecamatan Wedarijaksa -Guyangan Kcamatan Trangkil, apa pun alasannya harus masuk ke dalam kontainer dan bukan dibuang asalan di bawah maupun di sekitarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, jika selama personel yang ditempatkan bertugas di lokasi hanya diam,  tanpa ada upaya ikut mengarahkan para pembuang sampah seperti yang berlangsung di pinggir jalan Pati-Tayu, atau di sekitar lokasi Jembatan Ngepungrojo, maka perilaku pembuang sampah di pinggir jalan tersebut tetap akan terus menerus seperti itu.

Lain halnya, jika lokasi tersebut memang untuk pembuangan sampah sepanjang waktu, paling tidak pihak yang berkompeten membatasi jenis sampah yang dibuang hanyalah sampah-sampah produk kesehatan rumah tangga. Sehingga tidak ada kasur bekas ternyata ikut dibuang di tempat itu, sehingga sedikit lebih selektif.

Berkait hal itu yang mengetahui tentu orang yang ditempatkan bertugas di lokasi tersebut, dan hendaknya mengingatkan para pembuangnya. ”Jika memang mau menjadi tempat pembuangan sampah sementara, tapi permanen, maka lebih baik pemerintah menyediakan fasilitas bak dari meterial beton cukup panjang agar para pembuang sampah yang tak berbudaya itu hanya asal lempar,” tandsanya.