Akumulatif Data Kerugian Banjir di Pati Sampai Pekan Ini Capai Rp 12,6 Miliar

0
45
Dari kondisi tanaman padi yang rata-rata berumur 50 s/d 75 hari yang sudah terendam banjir, maka terjadinya puso tak bisa dihindari.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dari data akumulatif hingga pekan ini, atau tepatnya Senin (8/2) lalu, banjir yang menggenangi beberapa kecamatan di Kabupaten Pati, mulai dari Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Margorejo, Pati dan Juwana menyebabkan 2.000 hektare lebih tanaman padi dipastikan  mengalami puso dan ribuan hektare lainnya terkena.

Dengan demikian, papar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Mukhtar, sampai pekan ini hitungan akumulatiuf kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut mencapai Rp 12,6 miliar. Sedangkan kerugian lainnya, masih bisa terjadi dari seluruh tanaman padi di wilayah kecamatan yang bersangkutan juga terkena banjir.

Hal itu, juga akan menimbulkan terjadi kerugian yang dialami petani jika padi yang terkena genangan banjir tersebut akhirnya tak bisa tumbuh lagi. ”Sebab, tanaman padi tersebut rata-rata sudah berumur 50 s/d 75 hari sehingga sudah ada yang mulai berbulir,”ujarnya.

Tanaman padi yang mulai berbulir tidak sempat menunggu panen sudah terendam air sehingga terjadinya puso tetap tak bisa dihindari.

Adapun hitungan kerugian para petani, lanjutnya,  dari luas sawah seluruhnya 2.269 hektare,  adalah berdasarkan kebutuhan yang sudah dibiayai mulai awal persiapan tanam. Yakni, untuk memenuhi kebutuhan benih padi tiap hektare 25 kilogram dengan harga per kilogram Rp 10.000 sehingga jumlahnya seluruhnya mencapai Rp 567.250.000.

Berikutnya adaah operasional per hektare untuk pengolahan lahan dari penggunaan traktor Rp 700.000, orang (Rp 560.000 perataan tanah), persemaan (Rp 280.000 4 OK/1 hari), pengendalian rumput (Rp 400.000 10 OK/setengah hari), dan penanaman (Rp 1.500.000 borongan. Berikutnya pemupukan 1 (7 HST) Rp 280.000 2 OK/2 hari , pemupukan  2(21 HST) Rp 280.000 2 OK/2 hari, pengendalian OPT (15 HST untuk pestisida Rp 200.000, orang Rp 70.000 1 Ok/1 hari.

Dengan demikian jumlah/hektare adalah Rp 4.270.000 sehingga total kerugian seluruhnya mencapai Rp 9.688.630.000. Ditambah untuk pupuk meliputi urea 200 kilogram/hektare dengan harga urea Rp 1.800 per kilogram sehingga jumlahnya mencapai Rp 360.000, ditambah dosis NPK 300 kilogram/hektare dengan harga NPK Rp 2.300 per kilogram maka jumlahnya mencapai Rp 690.000 /hektare.

Sedangkan untuk kebutuhan pupuk per hektare adalah Rp 1,050.000, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak Rp 2.382.459.000. ”Dengan demikian total potensi kerugian padi sawah per 8 Februari 2021 lalu mecapai Rp 12.638.330,000,”imbuhnya.