23 Personel Pasar Puri Dilatih Melakukan Pemadaman Api

0
27
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindudstrian (Dusdagperin) Kabupaten Pati, Isroni tengah memberikan pengarahan kepada 23 peserta pelatihan pemadaman kebakaran di lingkungan pasar, dilanjutkan dengan pelatihan.

SAMIN-NEW.com, PATI – Upaya menghadapi kondisi darurat utamanya kebakaran sudah saatnya tidak lagi mutlak bergantung kepada regu pemadam kebakaran, karena hal tersebut dalam melakukan penanganan awal pasti mengalami keterlambatan. Karena itu, Bidang Pengelolaan Pasar Disdagperin Kabupaten Pati, mencari alternatif demi cepat tertangninya kebakaran di lingkungan pasar.

Salah satu di antaranya adalah Pasar Puri yang kini sudah memiliki fasilitas pemadaman api berupa sumur pompa, bak penampung kapasitas 6.000 liter dan hidran yang bila terjadi kebakaran langsung bisa disemprotkan ke sasaran. Untuk mengoptimalkan pelaksanaannya, maka sebanyak 23 personel selesai mengikuti pelatihan pemadaman dengan mengambil lokasi langsung di halaman depan pasar tersebut.

Dari jumlah personel sebanyak itu, papar Kepala Pasar Puri, Kartono, sudah dibagi sesuai bidang tugas dan kemampuan masing-masing sehingga dalam melaksanakan tugas nanti benar-benar efektif dan tepat sasaran. ”Akan tetapi harapan kami, terjadinya musibah kebakaran di pasar memang jangan sampai terjadi, tapi upaya melakukan kesiapsiagaan tetap harus dilakukan,”tandas Kartono.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindudstrian (Dusdagperin) Kabupaten Pati, Isroni tengah memberikan pengarahan kepada 23 peserta pelatihan pemadaman kebakaran di lingkungan pasar, dilanjutkan dengan pelatihan.

Sedangkan pembagian tugas, masing-masing adalah menghidupan medin pompa penyedot air yang tersedia dalam sumur jika air yang tersedia di bak penampung sudah habis. Dengan demikian, lebih baik slang air sepanjang 200 meter itu langsung disambungkan ke hidran yang penyedotan airnya langsung ke hidran dengan menggunakan daya listrik.

Jika dalam kondisi darurat tersebut aliran listrik padam, maka penyedotan air menggunakan kekuatan pompa, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air yang harus disemprotkan tidak mengalami kekurangan sampai regu pemadam kebakaran berkekuatan penuh datang. Dengan demikian, masing-masing bagian harus melaksanakan tugas sesuai protap yang dilaksanakan di lapangan.

Di antaranya jika kebakaran sudah mulai terjadi di lingkungan pasar, siapa yang harus bertugas memblokir api tersebut agar tidak berkobar dan merambat ke mana-mana. ”Demikian pula siapa yang bertugas memasang slang untuk melakukan penyemprtotan air, dan khusus tugas tersebut dipercayakan kepada empat orang, meskipun biasanya ada pihak lain yang ikut membantu,”imbuhnya.