KKN UNDIP Ubah Masalah Menjadi Peluang Melalui Bank Sampah

0
55

SAMIN-NEWS.COM, PATI – Sampah merupakan masalah serius bagi masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik. Hal ini sering kita lihat ketika musim hujan turun sering terjadi banjir, tanah lonsor, dan pencemaran lingkungan, itu semua merupakan sebagian kecil dari masalah yang ditimbulkan oleh sampah. Oleh karena itu, penting sekali untuk memberikan penyadaran dan sosialisasi kepada masyarakat agar terbiasa untuk buang sampah pada tempatnya.

Melihat hal di atas, Risma Susi Susanti yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) berinisiatif membuat program berkelanjutan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan sampah menjadi barang yang berharga yang dapat menjadikan nilai tambah ekonomis.

Program yang diinisiasi selama menjalankan KKN dinamai Bank Sampah. Hal  ini ditujukkan kepada pemilik toko kelontong di Desa Trikoyo, Jaken, Pati untuk mengurangi pembuangan sampah di sungai maupun pembakaran sampah yang berakibat pada kerusakan lingkungan dan tanah.

Adapun dalam pelaksanaan program Bank Sampah, Risma melakukan sosialisasi untuk memilah dan memilih sampah yang nantinya akan didaur ulang menjadi suatu barang bernilai jual. Pemilahan sampah dibedakan menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan non organik. Sampah organik berupa sisa sayur, makanan, buah-buahan, dan dedaunan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah non organik seperti plastik kopi, botol minum, dan plastik deterjen diolah menjadi sebuah kerajinan tangan seperti tas, dompet, wadah tisu, dan jenis souviner lainnya.

Lebih lanjut Risma juga mendatangkan Ibu Yuniwati Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Trikoyo dan Nanik Wijayanti sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan pembuatan kreatifitas kepada peserta. Adapun hasil dari pembuatan kreatifitas daur ulang sampah akan dipasarkan secara ofline maupun online untuk menambah nilai tambah ekonomis keluarga.

Selain itu, Risma juga membekali para peserta pembuatan kreatifitas akan pentingnya brand dalam suatu produk. Tujuannya tidak lain adalah untuk memudahkan dalam mengingat dan mengenalkan produk atau branding.

Adapun untuk kedepannya setelah pembuatan kreatifitas pertama selesai dilakukan, peserta dapat membuat kerajinan tangan secara mandiri dengan jumlah lebih banyak untuk dipasarkan. Dengan demikian, masyarakat mampu mengubah suatu masalah menjadi peluang bernilai jual tinggi yang dapat merubah perekonomian untuk jangka panjang.