23 Pegawai di Lingkungan Kecamatan Jaken Jalani Swab Test

0
134

SAMIN-NEWS.COM, PATI – Terdapat 23 orang pada hari Kamis (6/8) tadi pagi menjalani swab test di kantor Kecamatan Jaken. Ini merupakan upaya tindak lanjut terhadap beberapa pihak yang pernah kontak dan interaksi dekat dengan Camat Jaken. Sebelumnya, Camat Jaken masih dinyatakan positif swab test dengan beberapa camat yang lain.

Sejumlah 23 orang tersebut terdiri dari para pegawai Kecamatan setempat beserta pegawai Balingtan hingga kepala desa. Dengan tujuan mengetahui kondisi kesehatan tubuh oleh para pegawai tersebut. Pasalnya, proses pengambilan data dilakukan melalui swab test.

“Alhamdulillah untuk pengambilan uji swab test berjalan dengan lancar. Ada 23 orang dari pegawai Kecamatan, Balingtan hingga kepala desa. Jadi kita swab lantaran mereka pernah kontak dengan Camat Jaken,” kata Kepala Puskesmas Jaken Agus Sugiri kepada Saminnews, Kamis (6/8/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh awak media Saminnews, sebelumnya mereka juga sempat dilakukan uji cepat melalui rapid test. Adapun hasilnya diterangkan Non-reaktif. Namun demikian, sebagai upaya memastikan uji kesehatan apakah seseorang terpapar covid-19 atau sebaliknya, yaitu dengan swab test. Oleh para ahli hasilnya lebih akurat.

Salah satu pegawai di Lingkungan Kecamatan Jaken Jalani Swab Test.

Adapun hasil swab test ke-23 pegawai tersebut sudah barang tentu tidak lantas laporan bisa keluar pada hari ini juga. Melainkan harus sabar menunggu dalam waktu beberapa hari. “ini karena informasi yang kita terima bahwa semua lab untuk saat ini jumlahnya telah overload (penuh). Jadi, mau tak mau kita tunggu hingga tiba antrean sampelnya diperiksa oleh pegawai laboratorium,” kata Agus.

“Biasanya untuk waktu normal ketika tak ada masa tunggu ngantri itu kurang lebih selama tiga hari. Tapi, karena overload besar kemungkinan akan lebih dari itu,” ungkap Agus lebih lanjut.

Namun yang pasti, seseorang tidak diharapkan terpapar covid-19. Hanya saja sebagai medium deteksi. Oleh karenanya, virus ini merupakan suatu penyakit yang berimbas sanksi sosial bagi si pengidap. Meskipun, datangnya tanpa diundang tanpa permisi terlebih dahulu oleh seseorang. Tapi, bagi seorang terpapar covid-19, bisa ditebak akan diisolasi dari kerumunan.