Kepedulian Untuk Berbagi ”Gage Taksi”

0
59

 

Salah satu awak ”Gage Taksi” Pati tengah berkeliling untuk membagikan makanan kepada siapa saja yang membutuhkan dan warga yang sudah menerima pembagian tersebut.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepedulian untuk berbagi memang tak peduli harus melihat siapa yang akan menerima pembagian tersebut, apalagi berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan adalah  sebuah nilai lain dari komitmen yang sudah disepakati. Di antaranya, ”Gage Taksi”  yang tiap bulan sudah menjadwalkan berbagi untuk semua.

Program tersebut, kata Imam dari kru ”Gage Taksi”  dijadwalkan berlangsung setiap bulan dan menyasar kepada sejumlah kalangan, baik kepada panti asuhan, buruh kasar, penarik becak dan banyak kalangan lainnya. Bahkan personel  ”Biokong” (personel) yang bertugas di klenteng pun tak ketinggalan, sehingga sesuai komitmennya.

Apalagi, program ini berlangsung tiap bulan dan hal itu tujuannya adalah untuk ikut merangkul terhadap siapa saja yang membutuhkan, ”Dengan program yang sudah berlangsung rutin tiap bulan ini maka ”Gage Taksi”  mengharap agar perushaan ini bisa tumbuh bersama di tengah masyarakat,”ujarnya.

Selebihnya, lanjut dia,”Gage Taksi” juga semakin bisa menjadi transportasi pilihan yang mempu memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan khususnya bagi warga Kota Pati dan para pengguna lainnya. Tak hanya menjadi transportasi pilihan, melainkan juga bisa ikut serta membangun Kota Pati, dan salah satu di antaranya adalah bisa menyerap tenaga kerja asli Wong Pati, sehingga ke depan jadi Wong Pati memang benar-benar membanggakan.

Hal tersebut mengingat, perusahaan ini dibangun di Pati dan penyerapan tenaga kerja tentu harus bisa dilaksnakan secara maksimal., karena mengingat prinsip berdiri dan keberadaan sebuah perusahaan tentu harus memberikan kemudahan bagi siapa yang memang benar-benar berniat menjadi pekerja. Apalagi dengan bekerja keras, maka kebutuhan hidup bisa digantungkan pada harapan dari hasil jerih payah bagi siapa saja yang memang mau bekerja keras.

Karena itu, satu hal yang sudah dipertimbangkan dan duwujudkan secara maksimal adalah mulai dari pemimpin, staf kantor, dan pengemudi semuanya memang asli Wong Pati. ”Hal tersebut jangan diartikan sebagai daerahisme, akan tetapi Pati memang membutuhkan terbukanya kesempatan kerja bagi warganya,”tandasnya.