Pengawas dan Pengurus Koperasi di Pati Ikuti Diklat Peningkatan Kompetensi

0
Kepala Dinkopumkm Kabupaten Pati, Wahyu Setyawati menyampaikan sambutan saat Diklat Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi, Selasa (19/7/2022)
Kepala Dinkopumkm Kabupaten Pati, Wahyu Setyawati menyampaikan sambutan saat Diklat Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi, Selasa (19/7/2022)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Puluhan pengawas dan pengurus koperasi di Kabupaten Pati mengikuti Diklat Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian Kapasitas dan Kompetensi SDM Koperasi oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dinkopumkm).

Diklat ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut mulai Senin (19/7/2022) hari ini s/d 21 mendatang. Acara ini dimaksudkan untuk mendorong baik bagi pengawas maupun pengurus meningkatkan kualitas SDM melalui uji kompetensi.

“Diklat peningkatan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian kapasitas dan kompetensi SDM koperasi. Nantinya pengawas dan pengurus koperasi diharap memiliki uji kompetensi dengan mengikuti ujian sertifikasi,” ucap Wahyu.

Ia menegaskan mengapa Pemkab Pati melalui Dinkopumkm mengadakan kegiatan ini, menurutnya karena ini penting dilakukan untuk membina gerakan koperasi di kabupaten Pati. Upaya pembinaan ini terutama dalam hal pengelolaannya sesuai dengan Permenkop nomor 9 tahun 2021 itu dijelaskan pengawas dan pengurus diharapkan punya sertifikasi.

Artinya, melalui sertifikasi tersebut pengawas atau pun pengurus mempunyai kapasitas SDM yang mumpuni. Serta diharapkan mampu membawa koperasi yang manfaatnya bisa dirasakan lebih luas untuk anggotanya maupun masyarakat secara umum.

Pasalnya, kata dia koperasi merupakan soko guru perekonomian di tanah air. Kemudian, nantinya koperasi diharapkan mampu berbenah dan mengembangkan potensinya sehingga mampu bersaing dengan perusahaan besar.

“Koperasi jadi soko guru itu sebagai penggerak perekonomian di Indonesia bisa mengimbangi perusahaan-perusahaan besar kita juga didukung pemerintah untuk korporasi koperasi,” ungkapnya.

“Koperasi konotasinya hanya sebatas simpan pinjam, makanya peran pemerintah harus menghidupkan koperasi sektor riil seperti sektor produsen, koperasi konsumen, pemasaran. Nah ini yang riil dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkas Wahyu.