VLOG (VIDEO BLOGGING) MITIGASI BENCANA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

0
144

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Belajar dilakukan melalui macam-macam teori dan pendekatan sesuai dengan karakteristik tertentu yang ada pada diri pebelajar. Ada bermacam-macam model pendekatan yang dapat digunakan dalam proses belajar yaitu behavioristik, kognitif, dan Konstruktivisme.

Konstruktivisme merupakan salah satu aliran yang berasal dari teori belajar kognitif. Konstruktivisme memiliki keterkaitan yang erat dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) dan belajar bermakna (meaningful learning). Elemen humanis dalam filosofi konstruktivisme ada dalam subjektivitas yang tersirat, dan gagasan bahwa kebenaran dapat bervariasi tergantung orang ke orang, atau dari budaya ke budaya (Richey et al., 2011). Pendapat dari Donald et al. (2006) berpendapat bahwa siswa belajar dan membangun pengetahuan manakala dia terlibat aktif dalam kegiatan: (a) merumuskan pertanyaan secara kolaboratif, (b) menjelaskan fenomena, (c) berfikir kritis tentang isu-isu yang kompleks, (d) mengatasi masalah yang dihadapi. Aktivitas pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dapat dilihat dalam ilustrasi sebagai berikut:

Gambar 1. Belajar Konstruktivisme
Gambar 1. Belajar Konstruktivisme

Tokoh—tokoh pendidik yang menggagas pendekatan Konstruktivisme dalam belajar antara lain; John Dewey; Jean Piaget; Maria Montessori; dan Lev Vigotsky. Tujuan dari pendekatan Konstruktivisme adalah agar siswa memiliki kemampuan dalam menemukan, memahami, dan menggunakan informasi atau pengetahuan. Menurut Social Science Education Council (SSEC) dan National Council for Social Studies (NCSS) menyatakan bahwa IPS sebagai “social science education” dan “social studies”.

Pembelajaran online menjadikan guru harus bisa berinovasi agar peserta didik tidak mudah merasa bosan selama belajar, salah satunya dengan menggunakan media vlog (Video Blogging). Dengan membuat video mengenai bencana covid 19, bagaimana penanganannya atau mitigasi yang benar, bisa diselipkan pada pelajaran IPS sesuai dengan materinya. Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengelaborasi pengenalan mitigasi bencana dalam pembelajaran IPS melalui pendekatan konstruktivisme. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning, dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menemukan serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Berikut skema pembelajaran mengenai pengenalan Media Vlog Mitigasi Bencana dalam pembelajaran IPS melalui pendekatan konstruktivisme.

Gambar 2. Pembelajaran Problem Based Learning Pendekatan Konstruktivisme
Gambar 2. Pembelajaran Problem Based Learning Pendekatan Konstruktivisme

Skema tersebut menjelaskan bahwa alur pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme tidak memposisikan guru dalam posisi yang dominan. Aktivitas belajar siswa ditunjang dengan instruksi guru untuk belajar mandiri. Meskipun demikian peran guru tidak hilang sama sekali, ia hanya bertugas untuk membimbing dan membantu siswa apabila mereka menemui kesulitan. Berikutnya, aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran tersebut mendorong siswa untuk memiliki kecakapan dalam membangun pengetahuan mereka sendiri. Mereka dilatih untuk dapat menyeleksi informasi yang dianggap sesuai dengan materi yang sedang mereka pelajari. Selain itu siswa juga diajari untuk memiliki keterampilan sosial yang baik dengan berdiskusi bersama teman sebayanya untuk saling bertukar pikiran dan menambah perspektif.

Disusun oleh :

Ferani Mulianingsih, S.Pd., M.Pd.
Ferani Mulianingsih, S.Pd., M.Pd.
Dr. Cahyo Budi Utomo, M. Pd.
Dr. Cahyo Budi Utomo, M. Pd.