Tradisi Malemang sebagai Bahan Ajar IPS dengan Pendekatan Teori Kontruktivisme

0
44

SAMIN-NEWS.com, Pembelajaran IPS merupakan satu kiat di dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kehidupan sosial di dunia nyata kepada peserta didik. IPS merupakan gabungan dari beberapa kajian ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi dan ilmu humaniora lainya dengan tujuan untuk menjadikan peserta didik peka terhadap permasalahan sosial, memiliki sikap mental yang positif dan terampil dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada dirinya dan masyarakat.

Pendidikan IPS juga harus dapat mendorong siswa agar dapat memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan. Salah satu cara dengan mengenalkan tradisi lokal (Lokal Wisdom)

Pengenalan tradisi lokal (lokal wisdom) perlu juga di muat pada materi pembelajaran IPS supaya siswa mampu untuk mengenal lebih jauh tradisi yang ada disekitar meraka, salah satunya adalah tradisi Malemang yang dilakukan oleh masyarakat Ujung Pasir Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci-Jambi.

Untuk menjelaskan materi tentang tradisi lokal bisa digunakan teori kontruktivisme. Teori ini di anggap efektif digunakan didalam mengembangkan materi pembelajaran karena pendekatan ini memberikan ruang yang cukup

luas untuk siswa aktif dalam mencari, mengumpulkan, dan mengolah informasi guna membangun pengetahuan mereka. Tradisi Malemang merupakan tradisi adat yang sangat unik dilaksanakan biasaya untuk penyambutan hari-hari besar Islam (Hari Raya, Maulid Nabi, Isra Miraj) atau Pasca Panen Padi (Kenduri Sko/ Kenduri sudah tuai), Penyambutan Tokoh-tokoh yang berpengaruh (Gubernur, Bupati) dan perayaan lainya.

Disusun oleh :

Deri Saputra, S.Pd., M.Pd
Deri Saputra, S.Pd., M.Pd
Mbak icha
Mbak icha