Ratusan Warga di Lereng Gunung Merapi Mengungsi

0
19
Lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Nawang Jagad, Sleman, Yogyakarta DOK. Instagram.com/nawangjagad
Lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Nawang Jagad, Sleman, Yogyakarta DOK. Instagram.com/nawangjagad

SAMIN-NEWS.com, Gunung Merapi mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 5 kilometer ke arah tenggara pada Rabu (9/3/2022) sekitar pukul 23.18 WIB, malam tadi. Hal ini memaksa ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi mengungsi.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 253 warga mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman. Dari sejumlah warga itu terdiri dari warga Klaten dan Yogyakarta.

“Rinciannya warga yang mengungsi terdiri atas 60 warga di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah dan 193 warga di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya yang dilansir Antara.

Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten dan BPBD Kabupaten Sleman, melakukan pendampingan serta memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi tersebut.

“BPBD Kabupaten Klaten, BPBD Kabupaten Magelang dan BPBD Kabupaten Sleman telah berkoordinasi dengan BPPTKG dan lintas instansi terkait guna melakukan kaji cepat, monitoring lanjutan serta mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung api Merapi,” jelasnya.

Abdul mengatakan BPBD telah meminta seluruh warga yang berada di dekat lereng Gunung Merapi agar segera menjauh dari zona bahaya. Warga diminta berkumpul di tempat yang sudah ditentukan. Hal ini untuk memudahkan tim dalam melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Gunung Merapi teramati mengeluarkan lava pijar sebanyak 7 kali dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

Kemudian, BPPTKG memberikan informasi potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan APG pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Selanjutnya di tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

BNPB mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung api Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung api Merapi.