Pengajian Pertama H Ahmad Marzuqi Setelah Tiga Tahun Absen

0
51
Mantan Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi dalam pengajian ''mitung dino, Rabu (9/Maret) 2022 malam di Krasak, Kecamatan Bangsri.(Foto:SN/dok-hp)
Mantan Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi dalam pengajian ''mitung dino, Rabu (9/Maret) 2022 malam di Krasak, Kecamatan Bangsri.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Selama menjadi Bupati Jepara sejak 2012, H Ahmad Marzuqi tidak hanya menghadiri acara dan kegiatan yang bersifat seremonial semata. Akan tetapi yang bersangkutan juga sering kali menghadiri undangan dalam acara pengajian, meskipun itu hanya pengajian kecil di kampung-kampung.

Hal sama juga sudah dilakukan sejak menjadi Wakil Bupati Jepara, di Tahun 2007 – 2012. Namun rutinitas tersebut terhenti sejak tiga tahun lalu, menyusul persoalan hukum yang dihadapinya.

Karena itu, begitu selesai menjalani ”pengasingan” selama tiga tahun, H Ahmad Marzuqi kembali ke rumahnya yang tergolong sederhana, untuk ukuran seorang bupati, di wilayah RT 4/RW 01 Desa Bangsri, tepatnya di Gang Mawar. Yakni, sebuah gang kecil, dan mobil saja tidak bisa masuk.

H Ahmad Marzuqi dan warga.(Foto:SN/dok-hp)
H Ahmad Marzuqi dan warga.(Foto:SN/dok-hp)

Setelah kepulangan di rumahnya, Minggu (6/Maret) 2022 lalu, langsung banyak undangan pengajian yang diterimanya. Kendati semula H Ahmad Marzuqi meminta waktu untuk beristirahat barang satu minggu, akhirnya ia tidak tega menolak permintaan istri dan tiga anak almarhum Pak Qodir, seorang teman perjuangannya sejak muda, untuk menjadi pembicara pengajian mitung dino meninggalnya suami dan orang tua mereka.

Akhirnya, Rabu (9/Maret) 2022 malam, H Ahmad Marzuqi menjadi pembicara dalam pengajian di rumah keluarga besar almarhum Pak Qodir. Sebelumnya tahlil dibawakan oleh modin setempat.

Sementara dalam ceramahnya H Ahmad Marzuqi sempat menyinggung perjuangannya bersama Pak Qodir saat masih muda. ”Juga dukungan doanya saat saya menghadapi masa-masa sulit,”ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada ratusan warga yang hadir dalam pengajian tersebut, agar mempersiapkan bekal yang cukup agar kematian tidak menjadi hal yang menakutkan. ”Sebab, dengan bekal itu kita dapat pulang dengan keadaan khusnul khotimah,”imbuhnya.(hp)