Puting Beliung Terjang Wedarijaksa, Sunarsih: Deg-degan Pasrah

0
59
Seorang warga tengah membenahi atap rumah yang terkena angin puting beliung di Kecamatan Wedarijaksa

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sedikitnya 4 desa di Kecamatan Wedarijaksa, Pati disapu angin puting beliung, Minggu (20/2/2022) siang kemarin. Akibat kejadian ini, puluhan rumah gentengnya rontok beterbangan terbawa kencangnya angin.

Salah satu warga Tlogoharum, Sunarsih, menyebutkan angin puting beliung terjadi di empat desa di Kecamatan Wedarijaksa. Di antaranya, sebagian Asempapan, Tlogoharum, Kepoh dan Tluwuk.

“Rumahku gentenge pada runtuh, hampir setengahnya. Begitu juga rumah adikku. Pohon ini (sekitar rumah) juga banyak yang tumbang diterjang angin,” kata Sunarsih kepada Samin News, Senin (21/2/2022).

Saat kejadian, ia bingung mau kemana lantaran kondisi di luar rumah yang demikian. Suara gemuruh angin menerjang yang dilewati, baik atap rumah hingga pepohonan. Sunarsih mengaku pasrah melihat kejadian ini.

“Tak kira wes kiamat mas saking kencengnya angin, wes pasrah di dalam rumah, deg-degan,” imbuhnya.

Sementara warga lainnya, Yono memperkirakan lebih dari 50 rumah yang terkena puting beliung di Tlogoharum. Ia menjelaskan suasana saat itu hujan meski gak deras. Tetapi angin sangat kencang.

“50 lebih yang terkena angin puting beliung, atap rumahnya runtuh, genteng dan esbes jatuh. Terjadi sekitar mulai pukul sekitar abis dzuhur, 12.00 s/d 14.00 WIB,” ucapnya.

Di sisi lain angin puting beliung tersebut, mengakibatkan listrik padam. Menurutnya, listrik padam hingga pukul 21.00 WIB. Meski tidak ada korban, namun ditaksir semua rumah yang terdampak kemungkin hanya kerugian fisik, yakni atap rumah yang parah, serta pepohonan pada tumbang.

Senada, warga Kepoh yang rumahnya di pinggir jalan Tayu-Juwana juga demikian. Meski rumahnya diakui tidak rusak parah. Namun, ia menyebut atap rumah tetangganya mengalami cukup parah.

“Gentengnya terbang terbawa angin, esbesnya tersapu hampir seluruhnya. Tiang listrik juga patah akibat angin itu. Jadi listrik padam sampai malam,” terangnya.

Sebagai informasi untuk saat ini, atap rumah yang sebelumnya rusak akibat tersapu angin puting beliung sudah diperbaiki masing-masing pemilik rumah. Sebagian, sudah normal sebagian lagi ada yang masih membenahi atap rumahnya.