Napi Kelas IIB Pati Ikuti Pelatihan Tata Boga Pembuatan Kue

0
41
Napi sedang membungkus produk karyanya

SAMIN-NEWS.com, PATI – Lapas Kelas IIB Pati melaksanakan kegiatan pembinaan dan kemandirian bagi Narapidana berupa pelatihan Tata Boga. Untuk diketahui terdapat dua jenis pelatihan Tata Boga kali ini, yaitu pelatihan pembuatan Kue Kering dan Kue Basah.

Kasi Binadik Lapas Kelas IIB Pati Topan Ahmad menyebutkan kue kering jenisnya bermacam-macam, seperti Stik, Nastar, Resoles Abon. Pelatihan kali ini diikuti oleh 20 napi dari berbagai kasus yang dimulai sejak 16 s/d 24 Januari. Di dijadwalkan keesokan harinya atau tanggal 25 Januari penutupan kegiatan.

Beberapa produk yang dihasilkan dari para Napi

“Tujuan pelatihan ini untuk memberi bekal bagi Napi supaya benar-benar terampil diberikan materi langsung praktek. Kemudian setelah selesai menjalani hukuman pidana, Napi punya skill atau keahlian,” kata Topan di kantornya, Rabu (23/2/2022).

Terkait dengan pelatihan Tata Boga bagi Napi, Lapas Kelas IIB Pati bekerjasama dengan LPK Kartini yang tercatat di bawah SMK N 3 Pati. Nanti setelah usai, peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari LPK Kartini.

Pihaknya mengaku, hingga beberapa hari mengikuti pelatihan Tata Boga, para Napi sudah mahir praktek membuat kue seperti yang diajarkan.

“Saat ini para Napi sudah pada bisa praktek dari materi yang diterimanya. Karena memang pelatihan ini banyak prakteknya karena mereka langsung diberi arahan petunjuk oleh instruktur atau pengajar dari LPK,” terang Topan.

Dia menambahkan, program pembinaan dan pelatihan masih bakal berlanjut di gelombang kedua. Rencananya pelatihan di gelombang kedua, masih sama pelatihan Tata Boga. Namun dalam bentuk pembuatan roti dan donat.

Sementara instruktur LPK Kartini, Wahyu Sinurattri menyatakan pihaknya memberikan pelatihan materi khususnya Kue Indonesia dari aneka stik, ada Kistik, Stik Keju, Stik Bawang kemudian Original. Tetapi, yang Original ini bisa dikembangkan lagi, misalnya dikasih bumbu Balado.

Selanjutnya kami kasih materi yang agak lebih sulit, yaitu pembuatan Pastel. Karena cukup sulit membuat kulitnya juga bagaimana Napi melipat bentuk pastelnya.

Mulai hari pertama hingga hari ini, instruktur LPK mengapresiasi para peserta. Yang pertama adalah mereka antusias kemudian produk yang dihasilkan bagus lumayan dan tidak kalah dengan peserta didik formal dan bisa bersaing di pasaran.

“Nanti bisa difasilitasi bisa dibantu memasarkan produk Napi, karena kami di LPK Kartini di SMK N 3 Pati juga punya Unit Produksi sejenis tempat jualan untuk hasil karya produk-produk anak SMK 3. Jadi nanti bisa kerjasama produknya dititipkan,” jelasnya.