Tiga Wilayah Ini Jadi Penyumbang Tingginya Kasus Covid-19 di Indonesia

0
63
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) pada Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi (kemkes)

SAMIN-NEWS.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) pada Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan tiga wilayah di Jawa-Bali menjadi penyumbang kasus Covid-19 di tanah air.

Ketiga wilayah itu, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Ini diungkapkan Siti saat diskusi virtual MNC Trijaya yang bertajuk ”Menahan Gelombang Omicron”, Sabtu (29/1/2022).

Untuk Jakarta misalnya, dari 9.905 kasus covid yang tercatat pada Jumat (28/1) kemarin, 4.500 di antaranya disumbang oleh DKI dan 2.300 lainnya Jawa Barat.

“Kita tahu, DKI Jakarta sebenarnya bukan DKI Jakarta-nya tapi itu memang aglomerasi DKI Jakarta itu juga cukup tinggi ya. Sehingga itu juga berkontribusi.

Yang kedua, kita lihat Jawa Barat. Jawa Barat itu ada 2300 kasus yang dilaporkan kemarin ya. Kemudian yang ketiga adalah Banten,” ujarnya.

Menurutnya faktor kedekatan jarak wilayah diantara ketiganya menjadi faktor penularan. Selain itu juga disertai tingginya mobilitas antar warga tersebut. Ia mengatakan pola penyebaran selama ini yang terjadi adalah dimulai Jawa-Bali.

“Nanti setelah 2-3 minggu kemudian karena mobilitas, karena kemudian juga aktivitas yang terjadi baru mulai kita lihat tren peningkatan di luar Jawa-Bali,” ungkap Siti.

Provinsi lain di wilayah Jawa-Bali disebutnya masih dalam taraf yang rendah. Tidak begitu besar dibanding tiga wilayah tersebut. Akan tetapi, ini jangan dianggap patokan, lantas menyepelekan protokol kesehatan.

Pasalnya, lanjut Siti mobilitas penduduk di pulau Jawa-Bali saat ini masih tinggi dan dapat menyebabkan jumlah kasus di daerah-daerah lain meningkat juga. Ia menyebutkan misalnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali serta Yogyakarta angkanya masih di bawah angka 300 dan di bawah angka 200.

“Mobilitas warga antara Jawa-Bali ini pasti terjadi, sangat tinggi. Misal orang ke Bali, ke Jakarta balik lagi, orang Surabaya ke Bali itu sangat tinggi. Jadi tentunya provinsi-provinsi yang Jawa-Bali ini menjadi prioritas kita untuk melihat tren peningkatannya,” tandasnya.