Termasuk di Pati, Binda Jateng Vaksinasi Massal Target 10 Ribu Dosis

0
37
Binda Jateng laksanakan vaksinasi massal bagi anak usia 6-11 tahun dan masyarakat dengan target 10 ribu dosis

SAMIN-NEWS.com, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah tak berhenti masih melanjutkan program vaksinasi Covid-19. Baik masyarakat rentan, hingga anak usia 6-11 tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya membantu pemerintah mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19.

Kabinda Jateng, Sondi Siswanto mengatakan pihaknya telah memulai melaksanakan vaksin sejak Juli 2021 yang dimulai di Kota Semarang dengan target pelajar SMP-SMA dan masyarakat secara door to door.

Dalam perjalananya vaksinasi, dilaksanakan di seluruh Kabupaten kota se-Jawa Tengah serta mulai menyasar anak pelajar dan booster. Dan hingga kini telah mencapai cakupan suntikan 300 ribu dosis vaksin bagi masyarakat di semua daerah.

“Adapun capaian vaksin yang telah dilaksanakan binda Jateng hingga saat ini mencapai sekitar 300.000 dosis vaksin. Kedepan target vaksinasi kami, akan semakin banyak terlebih adanya vaksinasi booster dan anak pelajar usia 6 – 11 tahun,” kata Sondi, Sabtu (22/1/2022).

Kemudian, ia menambahkan di hari yang sama Binda Jateng juga kembali melanjutkan vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi masyarakat dan anak-anak. Setidaknya kali ini diselenggarakan di sembilan daerah.

Dia merinci kesembilan wilayah Kabupaten Kota di Provinsi Jateng itu meliputi, Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Magelang, Temanggung, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Pati. Dan pihaknya metargetkan sebanyak 10.000 warga menerima vaksin.

Jenis vaksin yang dipergunakan bagi anak / pelajar yaitu jenis sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM untuk dipergunakan bagi anak / pelajar usia 6 – 11 tahun. “Vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun sangat diperlukan mengingat anak juga rentan tertular virus corona,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi massal ini dalam bentuk mendirikan sentra atau terpusat. Selain itu, Binda Jateng juga melayani vaksinasi door to door. Pasalnya, langkah ini menunjukkan keefektifan lantaran yang terkendala ke sentra vaksinasi tetap mendapatkan.