Mendes: Minyak Goreng Picu Kenaikan Harga Pangan Lain

0
46
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar (kemendesa)

SAMIN-NEWS.com, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyatakan kenaikan harga minyak goreng berdampak pada daya beli masyarakat. Menurutnya di saat yang sama berimplikasi pada kenaikan harga pokok lainnya.

Jika hal itu tidak dicari formulanya, maka hanya menunggu waktu akan menyebabkan bertambahnya angka kemiskinan. Lantaran pertambahan jumlah kemiskinan mayoritas disulut kenaikan harga pangan. Maka bagi di posisi rentan, sangat gampang jatuh di jurang kemiskinan.

“Kenaikan harga minyak goreng selain menekan daya beli warga miskin di Desa, pada saat yang sama akan memicu kenaikan harga pangan lainnya selain minyak goreng. Bila ini terjadi, bisa dipastikan warga desa yang hanya sejengkal di atas garis kemiskinan akan jatuh jadi warga miskin,” ujar Menteri Abdul Halim Iskandar di Jakarta (21/01/2022).

Di sisi lain, bahwa sesuai dengan program SDGs Desa yakni Desa Tanpa Kemiskinan dan Desa Tanpa Kelaparan beresiko tidak efektif. Karena, masyarakat tidak punya tameng kuat menghadapi itu. Sehingga masyarakat tidak ada pilihan lain dari segi konsumsi makanan.

Selanjutnya, kata dia minyak goreng merupakan satu diantara sembilan bahan pokok (sembako) yang bersifat strategis. Artinya memiliki peranan yang penting dalam perekonomian Indonesia. Yakni dalam rangka menjaga masyarakat desa dari kondisi rentan kemiskinan.

“Sudah pasti, instabilitas harga pangan akan berpengaruh pada pencapaian sasaran-sasaran SDGs Desa,” tegas Gus Halim.

Sebagai informasi, kenaikan harga minyak goreng telah menjadi isu nasional, karena terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah telah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga mulai Rabu, 19 Januari 2022.

Melalui kebijakan tersebut, seluruh harga minyak goreng, baik kemasan premium maupun kemasan sederhana, akan dijual Rp 14 ribu per liter. Tetapi, operasi pasar minyak goreng ini tersedia di toko retail dan modern belum mampu menjangkau di pasar tradisional.