Oky Pembuat Replika Seekor Macan yang Dipajang di Kelenteng Hok Tik Bio Pati

0
59
Oky dengan replika seekor macan hasil karyanya yang saat ini mulai dipajang di serambi Kelenteng Hok Tik Bio Pati, dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2573 di Tahun 2022 yang ber-Shio Macan Air.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, KEAHLIANNYA mencipta aneka replika, baik berbagai jenis binatang maupun makhluk lain dan juga pepohonan, bagi Oky, tidak ada hal yang sulit. Sebab, untuk mencipta hal itu di kalangan masyarakat Juwana, sosok anak muda yang mengaku hanya lulusan SMP ini karya-karyanya bukanlah sesuatu yang asing.

Apalagi, jika pada musim menjelang Lebaran atau saat diselenggarakan takbir keliling, maka kreasi-kreasi sesuai pesanan baik itu binatang jenis onta maupun replika masjid hasil kreasinya sudah menjadi langganan. Hal tersebut berlanjut hingga sekarang, saat menjelang berlangsungnya penyambutan Tahun Baru Imlek 2573 di Tahun 2022.

Sebab, ada seorang warga Minang yang memesan simbol patung Dewa Pintu atau Dewa Penjaga sekarang juga sudah berhasil diselesaikan, dan bahkan sudah dibayar lunas seharga Rp 7,5 juta. ”Untuk replika macan ini, Pak Eddy (Eddy Siswanto), memberi order pesanan kepada kami untuk membuat seekor macan benar-benar dengan waktu kilat,”ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, waktu yang diberikan untuk mengerjakan replika tersebut seluruhnya hanya dua pekan harus sudah siap diusung ke kelenteng. Karena itu, dia pun langsung menyiapkan kerangka dari bambu untuk bentuk macan berdiri dengan mengangkat satu kaki bagian depan, kemudian dilanjutkan proses pelapisan anatomi tubuh secara keseluruhan.

Beruntung tertolong masih adanya matahari yang terbit, sehingga pelapisan bagian anatomi tubuh yang basah karena menggunakan kertas semen berbalur lem hingga dua lapis bisa kering, meskipun kertas jenis itu yang digunakan menghabiskan sekitar 40 kantong kertas semen. Setelah kering, barulah dilakukan pengecatan, dan sekarang harus diangkut ke kelenteng untuk dipajang.

Sedangkan kesenangan mencipta, agar dia tetap bisa bertahan untuk berkarya, yaitu bila mendapat order membuat makhluk yang terlihat seram di Bali, yaitu ”Ogoh-ogoh,” karena mempunyai karateristik tersendiri. ”Jika tidak ada order mencipta replika, kami menghabiskan waktu sehari-hari dengan kesibukan melukis,”papar, warga Desa Kudukeras, Kecamatan Juwana ini.