Muncul Bunga Teratai di Bekas Rawa Kasiyan; Diduga Spesies Baru

0
146
Tumbuhan air jenis teratai (Nymphaea),  muncul di lokasi bekas rawa Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, atau dipinggir jalan raya Cengkalsewu, kecamatan setempat-Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, BAGI siapa pun pemerhati dan pecinta tanaman, saat melihat hamparan bunga kecil-kecil warna putih muncul di bekas lokasi rawa-rawa Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati, pasti akan tertarik dan berhenti sejenak untuk mengamati dan mencermati. Akan tetapi, bagi yang sebaliknya tentu akan berlalu begitu saja, karena hal tersebut baginya bukan suatu hal penting, meskipun lokasinya di pinggir jalan raya Cengkalsewu, kecamatan setempat – Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Ternyata, yang muncul di lokasi itu adalah tumbuhan air jenis teratai (Nymphaea) di sela-sela tumbuhan akar lainnya, jenis ganggang. Hanya saja, saat ini teratai tersebut mulai berbunga secara bersamaan dengan warna bunga itu putih kecil-kecil, sehingga tampak menebar di permukaan perairan rawa-rawa yang puluhan tahun terakhir pernah menjadi persawahan, dan beberapa tahun lalu kembali menjadi rawa-rawa.

Dengan demikian, oleh pemilik lahan tersebut selama ini pun tak pernah ditanami, baik saat musim tanam padi maupun saat musim kemarau dengan tanaman palawija, utamanya jagung, maka di lokasi itu menjadi sasaran sebagai tempat untuk memancing atau ”nganco.” Selebihnya, jika air menjelang surut karena mendekati musim kemarau lokasi itu juga menjadi tempat mencari ikan, tapi dengan cara menggunakan stum.

Jika kondisi seperti sekarang, papar beberapa pencari ikan, hal itu dilakukan dengan cara ”nganco”  tapi harus masuk ke rawa-rawa yang kedalaman airnya sampai batas perut orang dewasa itu. Selebihnya, ada pula yang mencari ikan dengan cara menembak menggunakan senapan angin, tapi khusus itu dilakukan oleh para pencari ikan gabus yang tiap hari banyak di jual di pinggir jalan.

Terlepas dari hal tersebut, munculnya tumbuhan air jenis teratai dengan bunga kecil-kecil tersebut baru terlihat pada saat datangnya musim hujan kali ini. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun muncul tumbuhan air, termasuk juga teratai tapi bungannya tidak begitu marak dengan warna putih kecil-kecil seperti sekarang ini.

Seingatnya, kalau bunga teratai yang tumbuh di rawa-rawa pada waktu dulu tangkai daunnya panjang tidak kurang satu meter, dan besarnya mencapai ukuran jari kelingking orang dewasa. Banyak orang desa menyebutnya sebagai ”lodor” , enak disayur seperti lompong, dan besarnya bunga mencapai 4-5 cm warna putih, tapi ada juga yang putih kemerah-merahan.

Selebihnya ada jenis lain yang oleh banyak warga desa sekitaran rawa-rawa menyebutnya ”irim-irim”, dan warna bunganya putih meruncing, serta berbau wangi. ”Jika yang muncul sekarang, namanya tetap teratai jika dilihat dari daunnya yang bulat-bulat, hanya saja bunga yang muncul merebak itu semuanya berwarnah putih,”ujar salah sorang di antara mereka, Jadi, asal Desa Baturejo yang secara kebetulan tengah melintas di jalan tersebut.