Ketua PEPADI Kabupaten Pati; Menyadari Pentingnya Regenerasi Penabuh Gamelan

0
127
Ketua PEPADI Kabupaten Pati, Farid Suhanto MPd.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, DITEMUI di sela-sela kesibukannya memantau jalannya lomba Dalang Remaja Se-Eks Karesidenan Pati yang berlangsung mulai Senin (25/Oktober) hingga Rabu (27/Oktober 2021, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) ,Ketua PEPADI Kabupaten Pati,  Farid Suhanto MPd, sempat nyeletuk. Apalagi, jika tidak mulai mempersiapkan suatu regenerasi untuk para penabuh gamelan yang memang belum tersentuh secara khusus oleh PEPADI.

Lain dengan regenerasi dalang, lanjut dia, pihaknya secara rutin sudah mempersiapkan secara berjenjang melalui upaya lomba dalang mulai dari anak hingga remaja. Khusus yang disebut terakhir baru mulai berlangsung hari ini, Senin (25/Oktiber) hingga Rabu (27/Oktober) 2021 yang diikuti oleh 9 peserta, sehingga tiap hari ditampilkan 3 dalang remaja peserta lomba.

Adapun yang tampil hari ini, tiga dalang peserta lomba se-Eks Karesidenan Pati, masing-masing adalah Bondan Winarno (Pati) menampilkan lakon ”Indrajit Lena,” Helga Deniar Anggarefa (Pati) lakon ”Indraprasta Binangun,” dan Salman Hilal Muharam (Pati) lakon ”Gatutkaca Gugur.”  Sedangkan yang akan tampil, Selasa (26/Oktober) besok, yaitu Hamam Haidar (Pati) lakon ”Dewa Ruci,” Nahnu Alifa (Pati) lakon ”Brubuh Ngalengka.” dan Faishol Ali Zahroni (Jepara) lakon ”Arjuna Wiwaha.”

Sedangkan peserta lomba kelompok dalang remaja yang akan tampil di hari terakhir, Rabu (27/Oktober), yaitu Muhammad Rifki Hakim (Pati) lakon ”Sawitri Setyawan,” Mohamad Bayu Kusuma (Kudus) lakon ”Kangsa Adu jago,” dan Bayu Aji Prasetya (Pati) lakon ”Anoman Duta.” ”Untuk Lomba Dalang Anak, hasilnya juara I Gandrung Swara Al Giffari (Pati), juara II Gageng Purwa Carita (Pati), dan juara III Kevin Bisma Syaputra (Rembang),”ujarnya.

Salah satu penampil dalam Lomba dalang Remaja Se-Eks Karesudenan Pati, Senin (25 Oktober) hari ini, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati.(Foto:SN/aed)

Dengan munculnya dalang anak dan juga dalang remaja tersebut, pihaknya tentu tidak merasa khawatir karena secara berkesinambungan akan terus berlanjut, sehingga Pati nanti tidak akan pernah kekurangan dalang. Hanya saja yang belum bisa menopang kondisi itu, adalah masih sangat minimnya para penabuh gamelan yang juga harus mulai belajar sejak dini.

Akan tetapi pihaknya masih punya sedikit harapan yang terselip, dari munculnya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang materi pembelajarannya juga menyentuh dan mengeksplorasi kemampuan anak dalam menabuh gamelan.Masalahnya, mereka mampu menabuh gamelan untuk mengiringi seni pertunjukan ketoprak.

Karena itu, suatu saat mereka juga harus disentuh agar belajar menabuh gamelan untuk mengiringi pertunjukan seni wayang kulit. Sehingga tahapan belajar mereka dalam menabuh gamelan melalui GSMS harus diselenggarakan secara khusus, kemudian untuk penampilannya nanti bisa digelar secara bersama-sama di suatu lokasi terbuka, dan gagasan untuk keperluan itu dari kalangan seniman sudah ada, tinggal nanti merumuskan pelaksanaannya.

Jika perlu, pungkasnya, setelah nanti anak-anak belajar menabuh gamelan secara maksimal, maka untuk memberikan penghargaan dan kebanggaan kepada mereka memang harus diselenggarakan lomba penabuh gamelan. ”Untuk gagasan itu, kami juga sangat mendukung, sehingga suatu saat nanti kita perlu duduk bersama dengan mengharap GSMS ini terus berlanjut, agar kemampuan anak-anak yang saat ini sudah mulai bisa menabuh gamelan tidak terputus,”imbuh Farid Suhanto.