Nadiem Makarim Curhat Selalu Disalahkan terkait Kebijakan Pendidikan

0
30
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Dikbud.kolutkab)

SAMIN-NEWS.com, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim curhat terkait kebijakan pendidikan di era pandemi selalu disalahkan. Hal ini, ia sampaikan saat mengisi Talkshow-Bangkit Bareng yang disiarkan di YouTube, Selasa (28/9/2021).

Mas Menteri mengaku jika kebijakan yang dikeluarkannya selama pandemi berujung kritikan. Di awal pandemi, sekolah diminta ditutup mengganti aktivitas KBM berganti ke pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kemudian setelahnya, kementerian terkait mengeluarkan kebijakan mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Akan tetapi, kata dia lagi-lagi harus menerima konsekuensi yang diambil terkait menemukan formula pendidikan di saat pandemi belum benar-benar usai. Ia mengatakan tidak mempermasalahkan kritikan tersebut demi pendidikan itu sendiri.

“Enggak apa-apa kalau saya sedikit dikritik-kritik atau apa-apa. enggak apa-apa, sudah biasa. Namanya pengorbananlah,” ujar Nadiem.

Dari data yang dimilikinya, tidak semua orang tua menghendaki adanya digelarnya PTM terbatas. Sedikitnya ada 15 persen mereka tidak sepakat dengan PTM. Tetapi selebihnya, mereka menganggap sudah saatnya pendidikan dengan PTM di dalam kelas, meski dilakukan secara terbatas.

Alih-alih saat ini kondisi pandemi sudah menunjukkan kurva yang melandai, bahkan sebelumnya pun saat varian virus delta ditemukan ada sekolah yang telah menggelar PTM.

“Mayoritas 80 sampai 85 persen dari masyarakat kita menginginkan kita kembali tatap muka. Itu jadi pegangan saya, saya di sisi orangtua dan murid-murid kita,” tegas Nadiem.