Di Lorong Indah; Pakaian Menjadi ”Bancakan” Tikus

0
584
Dua perempuan pemilik usaha warung remang-remang di kompleks Lorong Indah (LI) saat hendak menyampaikan kepada Ketua RT setempat tentang kondisi barang-barang miliknya, utamanya pakaian yang masih ada di rumah, menjadi ''bancakan'' tikus.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Awal kedatangannya ke rumah Ketua RT di kompleks Lorong Indah (LI) Desa/Kecamatan Margorejo, semula hendak melakukan sesuatu pembayaran berkait dengan urusan di anatara mereka. Akan tetapi, ketika ibu ketua RT yang bersangkutan, sebut saja namanya, Santi menanyakan kondisi warungnya, kedua wanita setengah menangis menyampaikan barang-barang miliknya yang masih ada di rumah tersebut, ternyata porak-poranda untuk ”bancakan” tikus.

Adapun yang menjadi sasaran utama, adalah pakaian yang tersimpan di lemari tanpa kunci seperi lemari plastik, sudah tidak ada yang utuh. Semua, porak-poranda dan ada yang sepertinya sengaja dicacah-cacah, setelah hampir satu bulan di lokasi tersebut bila malam kini berubah gelap gulita karena disel untuk lampu penerangan sudah dimatikan, karena tak mampu lagi membeli bahan bakar solar.

Hal tersebut dibenarkan Ketua RT yang bersangkutan, Mastur, karena dia selalu menjadwalkan diri tiap selang sehari dia tetap menyempatkan diri mengunjungi rumahnya di lorong 1 kompleks itu. ”Selain membuka pintu rumah sendiri, agar udaranya tidak terlalu pengap kami juga harus memberi makan dan minum burung piaraan yang juga masih kami tinggal di sini,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, jika pemilik rumah itu datang ke lokasi untuk mengecek kondisi di dalamnya barangkali barang-barang yang masih ditinggalkan, utamanya pakaian juga mengalami kondisi tak tak berbeda. Faktor penyebabnya, baik siang maupun malam sutas dalam rumah yang tertutup tentu gelap-gulita, sehingga tikus yang biasa bersembunyi di got-got pembuangan rumah pun bermunculan.

Biasanya, sebelum semua pintu rumah ditutup binatang ini masih dengan mudah mendapatkan sisa-sisa makanan yang dibuang para penghuni. Karena itu, tikus-tikus tersebut dalam hal mencari makan pasti tidak menghadapi kesulitan seperti sekarang, menyusul ditutupnya semua tempat kegiatan usaha di kompleks ini.

Jika tikus-tikus sekarang merusak dan menghancurkan barang-barang yang ada, karena binatang tersebut kelaparan. ”Meskipun di sekeliling lokasi adalah areal persawahan, tapi karena selama ini sudah biasa mencari makan di rumah-rumah yang ada dalam kompleks, ternyata untuk mencari makan di sawah binatang itu pun tidak tertarik,” imbuhnya.