Memancing Antara Pekerjaan dan Hiburan

0
18
Memancing ikan bagi yang tiap hari melakukannya tentu hal itu merupakan pekerjaan sebagai nelayan pancing, maka mereka rela ”kungkum” di dalam air waduk berjam-jam.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Barangkali pada awalnya memancing ikan, baik di perairan/rawa, bendung, waduk, kali, tambak dan bahkan di laut itu sebagai kesenangan serta hiburan. Akan tetapi lama kelamaan, karena terus menerus dilakukan akhirnya kebablasan sebagai matapencaharian atau pekerjaan sehari-hari.

Karena itu, bagi pemancing yang merupakan pekerjaan sebagai nelayan pancing jika berangkat meninggalkan rumah mulai habis subuh dan kembali ke rumah menjelang maghrib adalah hal biasa. Padahal jika memancingnya di kali, maka seharian harus berdiam seperti seorang penjaga kali, bagi mereka bekalnya mulai air minum, makanan, sampai rokok harus cukup sehingga mereka betah berjam-jam maupun seharian.

Dengan demikian, bekal yang harus disiapkan untuk keperluan sehari tersebut tentu lebih dari Rp 50.000, belum untuk membeli bahan bakar karena para pemancing ini kebanyakan untuk menuju lokasi yang dipilih adalah berkendara motor. Sekarang ini, sasaran lokasi tempat mereka memancing adalah di perairan Waduk Gembong dan Waduk Gunungrowo yang berjarak dari Kota Pati sejauh 16 kilometer.

Pemancing ini juga menjadikan pekerjaan sehari-hari, karena hasilnya dijual minimal bisa untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

”Sebab, memancing di alur Kali Juwana sudah sulit untuk medapatkan banyak ikan, jangankan yang besar, ikan kecil saja sulitnya bukan main,” ujar salah seorang pemancing, Gono (38), asal Semampir, Kecamatan Pati.

Sebab, lanjutnya, setiap kali dilihat muncul banyak ikan biasanya juga muncul orang-orang tak bertanggung jawab dengan menebar tuba maupun pestisida. Padahal, di sepanjang alur kali itu juga banyak warga yang mencari sumber penghidupan dengan memasang anco/branjang, dan ada pula para pencari ikan gabus yang harganya cukup mahal.

”Kalau kami bisa mendapatkan ikan dengan memancing di waduk, minimal dua kilo ukuran rata-rata empat sampai lima nyari, bisa dijual di tempat,” imbuhnya.

Hal itu dibenarkan pemilik warung makan dengan menu ikan bakar, di sisi utara Waduk Gembong, masuk Desa Pohgading, Kecamatan Gembong. Pihaknya, setiap hari siap membeli ikan para pemancing tapi syaratnya harus yang besar, baik itu nila, gurami, tombro maupun mujair karena untuk kosumsi ikan bakar.

Ukurannya untuk satu kilogram maksimal berisi empat ekor, karena kalau lima ekor terhitung kecil, sehingga kurag tepat untuk dihidangkan satu porsi dengan satu ikan bakar. ”Sedagkan harga ikan untuk semua jenis iu per kilogram hampir sama, berkisar antara Rp 35.000 s/d Rp 40.000,” ujarnya.