Dukungan Penutupan Prostitusi Datang Juga dari Pimpinan Muhammadiyah

0
11
Petugas gabungan menutup karaoke di Desa Batursari, Kecamatan Batangan yang diduga jadi tempat prostitusi terselubung.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Semenjak deklarasi penutupan tempat prostitusi di Kabupaten Pati oleh Pemerintah Kabupaten Pati, dukungan banyak pihak mengalir menyatakan supportnya untuk memberantas penyakit masyarakat. Mulai dari masyarakat bawah hingga ormas Islam.

Terbaru, dukungan menutup tempat prostitusi datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pati. Pihaknya mengapresiasi kebijakan tegas yang diambil Pemkab Pati.

Ketua PDM Kabupaten Pati, Muhammad Asnawi menyatakan penutupan usaha prostitusi butuh sikap tegas. Dan dalam hal ini Bupati beserta Forkopimda telah berkomitmen yang diwujudkan dengan menutup usaha prostitusi di Kabupaten Pati, seperti di Lorong Indah (LI), Margorejo.

“Ketegasan mereka sangat dibutuhkan untuk menjadikan Kabupaten Pati bersih dari kemungkaran dan menciptakan suasana yang kondusif,” ucap Asnawi, Kamis (26/8/2021).

Pimpinan Muhammadiyah beserta Badan Otonom (Banom) nya, ia tegaskan selalu mendukung upaya pemerintah melalui aparatnya. Sebab, prostitusi adalah kemungkaran yang harus disikapi.

Meski demikian, pihaknya mendorong berkait dengan penutupan prostitusi ini tidak berhenti. Pasalnya, penutupan bisnis esek-esek dibutuhkan konsistensi dari semua pihak agar di kemudian hari mereka pelaku tidak balik ke bisnis serupa.

“Prostitusi merupakan tindakan yang melanggar serta berlawanan dengan norma-norma agama, moral dan sosial,” imbuhnya.

Di sisi lain, di kawasan LI Kecamatan Margorejo merupakan kawasan untuk pertanian berkelanjutan. Secara hukum sudah menyalahi aturan lahan tidak digunakan sebagaimana mestinya berdasarkan Peraturan Bupati.

Oleh sebab, pihaknya mendorong para pemilik juga pelaku agar memiliki rasa kesadaran atas pelanggaran aturan dan norma-norma tersebut. Dan mari mencari penghasilan dari usaha lainnya sesuai agama.