Badrun Pilih Jadi Pemulung dalam Menyikapi Masa Pandemi Covid-19

0
88
Badrun (55), warga Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo saat mengambil botol plastik bekas kemasan air mineral yang dibuang di alur kali, di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Tak banyak tuntutan dan selalu mengharap datangnya bantuan dalam menghadapi deraan kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini, oleh Badrun (55), warga Dukuh Gambiran, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. Karena sulit mendapat pekerjaan sebagai buruh bangunan yang selama ini dijalani, lelaki ayah dua ini pun banting stir.

Karena itu, pilihan berkait hal tersebut yang tidak banyak menimbulkan kesulitan bagi diri sendiri meskipun tiap hari harus meninggalkan rumah dari pagi sampai sore hari, adalah beralih menjadi pemulung. Sebab, kerja sehari mencari barang bekas tersebut selama ini juga menjadi pilihan banyak orang, meskipun hasil yang didapat adalah tergantung kondisi sedikit maupun banyaknya barang bekas yang dibuang pemiliknya.

Jika kebetulan mendapat barang-barang bekas dari bahan plastik, seperti pecahan ember maupun perkakas lainnya, papar Badrun, dan juga barang-barang bekas dari besi, hasilnya lumayan. ”Khusus yang disebut terakhir, harga jualnya per kilogram bisa mencapai Rp 2.500 s/d Rp 3.000,” ujarnya.

Mengingat banyaknya orang yang mencari sumber penghidupan sama, lanjut dia, maka dalam mencari barang bekas ini memilih Juwana sebagai sasarannya, utamanya di kawasan seputar kawasan Pulau Seprapat. Sehingga tiap hari dengan berkendara motor butut yang memboncengkan dua keranjang, serta membawa galah bambu harus meninggalkan rumah menuju ke Juwana.

Tak ketinggalan, dua alat pemancing ikan pun dibawa serta karena saat istirahat di siang hari diapun mencari ikan untuk lauk di rumah. Hal tersebut harus dilakukan, jika dari hasil mencari barang bekas seperti sisa botol kemasan air mineral yang banyak dibuang di alur plastik bila dijual hasilnya sudah bisa digunakan membeli beras, dan sisanya untuk membeli bensin motornya saat berangkat pagi hari berikutnya.

Untuk membeli beras satu kilogram sudah cukup, karena kedua anaknya sudah berumah tangga sendiri sehingga hanya tinggal bersama istri, maka beras satu kilogram bisa dimanfaatkan dua hari, dan lauknya mencari sendiri dengan memancing. Saat bekerja sebagai buruh bangunan, bisa membawa pulang hasil tiap pekan sekali, dan juga bisa sedikit menabung tapi sekarang sudah tidak tersisa.

Sekarang mencari barang bekas, tiap haru bisa mendapat hasil Rp 25.000 juga harus disyukuri karena yang mencari botol-botol bekas di alur kali Juwana maupun kali kecil lainnya selain dia juga ada. ”Menjualnya untuk timbangan beratnya pun hanya diperkirakan, karena botol-botol itu tidak dalam kondisi bersih, tapi bercampur dengan sampah lain di kali,” imbuhnya.