Kerbau Sukolilo Mulai Meramaikan Pasar Hewan Margorejo

0
142
Kerbau asal Dukuh Kemisik, Desa/Kecamatan Sukolilo yang dipajang di tempat tambatan oleh penjualnya, di Pasar Hewan Margorejo Pati.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Lebaran Haji atau Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah atau juga Hari Raya Qurban masih sekitar satu bulan, tepatnya jatuh Selasa (20/Juli) 2021 mendatang. Akan tetapi greget penjualan maupun pembelian hewan kurban masih belum maksimal, sehingga suasana di Pasar Hewan Margorejo pun biasa-biasa saja, seperti hari-hari pasaran Wage sebelumnya.

Kendati demikian, satu sisi muncul hal menarik adalah hadirnya hewan piaraan jenis kerbau yang dipajang penjualnya di tempat tambatan di pasar hewan tesebut. Harapannya, penjual hewan ini adalah mengharap munculnya pembeli hewan dimaksud yang selama ini justru bukan datang dari warga Pati, tapi dari Kudus.

Akan tetapi, papar Karmin (56), salah seorang pedagang hewan jenis itu, asal Dukuh Kemisik, Desa/Kecamatan Sukolilo, sampai hari pasaran ini pedagang/pembeli dari Kudus belum banyak yang muncul. ”Dengan demikian, waktu kurang dari satu bulan berlangsungnya Hari Raya Idul Adha sampai saat ini pembelian kerbau dagangannya belum maksimal,”ujarnya.

Sisa dagangan kerbau yang belum sempat laku siap dibawa pulang lagi oleh pedagangnya.(Foto:SN/aed)

Faktor penyebabnya, lanjut dia, karena saat ini Kudus harus menghadapi ramainya Covid-19 sehingga belum banyak pembeli kerbau yang keluar meningggalkan rumah, untuk mencari dagangan. Sebab, pedagang asal Kudus yang satu-satu membeli hewan untuk kurban jenis itu, karena daerah ini berlaku aturan tak tertulis bahwa menyembelih hewan kurban berupa sapi,  merupakan pantangan/pamali.

Dengan demikian, dari sembilan ekor kerbau dagangannya yang pajang ditambatan sejak pagi hingga pasar menjelang tutup, hanya laku sebanyak lima ekor, dan yang empat ekor lainnya harus kembali dibawa pulang untuk dibawa kembali pada hari pasaran, Wage berikutnya. Paling tidak sampai menjelang Idul Adha nanti, masih ada empat kali hari pasaran.

Menjawab pertanyaan, Karmin, menambahkan, jika Kudus tidak ramai Covid-19 biasanya dalam kondisi seperti sekarang sudah ramai pembeli hewan kurban dari daerah ini. ”Untuk harga pun masih standar hewan kurban jenis itu, yakni antara Rp 15 juta s/d 19 juta,”ungkapnya.