Tim Pemakaman Pati Utara Satu per Satu Jatuh Sakit Kelelahan

0
149
Mbah Anggur (58) Ketua Yayasan Laskar Tunggul Wulung yang masuk relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati 2 (utara), di sekretariatnya Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sedikitya lima dari 15 personel tim pemakaman jenazah standar protokol Covid-19 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati 2 (utara), kini jatuh sakit. Faktor penyebabnya, dipastikan karena faktor kelelahan mengingat akhir-akhir ini jumlah jenazah yang harus dimakamkan juga bertambah.

Padahal, tim relawan yang bernaung di bawah Yayasan Laskar Tunggul Wulung yang berpusat di Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti itu, sebenarnya sudah lama melakukan pemakaman, sebelum BPBD membentuk tim relawan yang sama. Hal tersebut sudah dilakukan, sekitar Maret 2020 ketika warga yang meninggal terpapar Covid-19 belum banyak.

Hal tersebut dibenarkan, Mbah Anggur (58) ketika ”Samin News” berkunjung ke sekretariat laskar tersebut, Minggu (20/Juni) lalu. ”Sudah lebih dari dua hari ini kami tidak enak badan tapi sudah ada personel dari Rumah Sakit Sebening Kasih Tayu datang ke rumah memberikan suntikan,”ujarnya.

Akan tetapi, papar salah seorang putrinya, Esha, sudah dua hari ini Mbah Anggur, hanya berada di tempat tidur. Sehingga yang melaksanakan pemakaman tentu beberapa personel lainnya, karena Senin (21/Juni) kemarin, tim harus memakamkan enam jenazah, dan  Selasa ( 22/Juni) hari ini sementara baru lima jenazah.

Selain Mbah Anggur, paparnya lagi, masih ada empat personel anggota tim lainnya yang hari ini juga jatuh sakit karena faktor kelelahan. Selain di antara mereka ada Ngatemin juga Wawan, sehingga tim yang datang ke sekretariat tadi pagi baru lima orang, sehingga mudah-mudahan yang lain dan masih tetap sehat juga bisa segera datang.

Menjawab pertanyaan, Esha mengharap, agar pihak rumah sakit yang menjanjikan pengobatan kepada anggota tim pemakaman bila jatuh sakit, hendaknya bisa mengecek kondisi semua personel. ”Untuk sementara Bapak akan kami bawa ke dokter, tempat di mana bila tidak enak badan periksa ke dokter langgananya, tapi tadi pagi kami telepon tidak diangkat,”imbuhnya.