Kapal Penangkap Ikan Juwana Mulai Mengisi Perbekalan

0
98
Kapal penangkapan ikan Juwana saat ini sibuk mengisi perbekalan, utamanya air bersih dan juga bahan bakar sebagai persiapan kembali melaut setelah Lebaran.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dua kali dalam acara tradisional Sedekah Laut sepi dari keramaian karena masa pandemi Covid-19, kini para nelayan Juwana kembali bersiap-siap berangkat lagi melaut. Karena itu, hari-hari ini kesibukan tampak saat kapal-kapal penangkap ikan tersebut mulai mengisi perbekalan.

Dengan demikian, paling tidak dalam pekan ini dipastikan sudah ada kapal penangkap ikan yang akan meninggalkan tempat sandarnya di tepi alur Kali Juwana. Sudah barang tentu setelah melengkapi syarat-syarat, utamanya surat izin berlayar (SIB) daru Sahbandar setempat.

Di sisi lain, papar beberapa anak buah kapal (ABK) yang sering mengecek kapan kebarangkatan kapalnya, mereka banyak yang mangkal di kawasan Pulau Seprapat. ”Sebab, tidak semua juragan kapal maupun  pengurusnya untuk berangkat melaut itu tidak hanya asal berangkat,” ujar salah seorang di antara mereka, Muksan (36), asalah Batangan.

Deretan kapal penangkap ikan ini harus antre cukup lama untuk mengisi perbekalan untuk kembali berangkat melaut.

Akan tetapi, lanjutnya, banyak juga yang masih menerapkan hitungan ”hari baik” agar nanti kapalnya saat menangkap ikan bisa menghasilkan yang maksimal. Apalagi, sekarang dengan kapal berfasilitas pendingin itu tidak khawatir ikan hasil tangkapannya akan mengalami kerusakan, karena dalam kemasan packing sudah menjadi ikan beku.

Lain halnya dengan kapal-kapal penangkap ikan tanpa fasilitas tersebut, maka dalam melakukan penangkapan setelah mendapatkan hasil kemudian dijemput oleh kapal penampung. ”Karena itu, ikan hasil tangkapan yang diperoleh bisa segera dibawa mendarat untuk memnuhi kebutuhan ikan yang ditunggu para bakul,” paparnya.

Terpisah salah seorang tokoh nelayan Desa Bendar, Kecamatan Juwana, H Jamari membenarkan hal tesebut, karena nelayan atau para juragan kepal tetap menggunakan perhitungan ”hari baik” karena itu adalah hari-hari kenberuntungan, dan jauh dari aral. ”Mengingat kapal yang harus kembali melaut jumlahnya ratusan, maka antre mengusi perbekalan tak bisa dihindari,” imbuhnya.