Harga Lelang Ikan di TPI Unit II Juwana Masih Tinggi

0
70
Kapal penangkap ikan yang haru ini, Rabu (19/Mei) membongkar muatannya untuk dilelangkan di TPI Unit II Juwana.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Belum normalnya kondisi sampai H+7 Lebaran, Rabu (19/Mei) hari ini, menyebabkan harga lelang ikan di TPI Unit II Juwana masih relatif tinggi. Apalagi, para bakul ikan yang harus mengikuti lelang kapasitas 50 persen muatan kapal secara terbuka juga belum maksimal.

Dengan demikian, lelang tersebut yang berlangsung mulai Senin (17/Mei) lalu juga masih terbatas, karena selama Lebaran TPI hanya libur tiga hari. Akan tetapi, ditambah satu hari libur Minggu, sehingga sejunkah kapal yang hendak membongkar muatannya sampai hari ini, untuk sementara masih antre.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengelolaan TPI Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten (DKP) Pati, Dwi Endang Subekti, sedikitnya masih ada 14 kapal yang menunggu antrean untuk melelangkan ikan hasil tangkapannya. ”Akan tetapi, hal tersebut akan dilakukan pembongkaran muatannya pada Jumat (21/Mei),” ujarnya.

Ikan dari kapal yang membongar muatannya saat dilakukan lelang khusus, di luar lelang terbuka di TPI Unit II Juwana.

Sebab, lanjutnya, untuk Kamis (20/Mei) besok pagi, tidak dilaksanakan lelang karena TPI Unit II digunakan sebagai tempat acara tasyakuran pengganti acara tradisional Sedekah Laut. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya kerumuman, sehingga acara tradisional sepekan setelah Lebaran Idul Fitri itu ditiadakan.

Menginat hal tersebut, maka lelang ikan dari kapal yang sudah antre akan dilanjutkan Jumat, sehingga harapnnya agar setelah sepekan usai Lebaran ini kondisinya benar-benar sudah mulai normal. Dengan demikian, para bakul ikan yang mengikuti lelang juga bertambah.

Dalam kondisi normal, maka dipastikan, harga lelang ikan seperti jenis lonco yang harganya semula hanya Rp 20.000 per kilogram, saat ini mencapai Rp 26.000 per kilogram. ”Untuk harga per lelangan biasanya per 18 pak kemasan berat rata-rata 10 kilogram atau 180 kilogram, harga rata-rata mencapai Rp 4.800.000,” imbuh Dwi Endang Subekti.