Pembeli Pupuk Urea Bersubsidi Harus Mempunyai Kartu Tani

0
71
Kepala Gudang Pusri Kaliampo, Dimas Ariyanto Putro.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Setiap petani yang membutuhkan atau hendak membeli pupuk urea bersubsidi, syarat utamanya yang bersangkutan harus mempunyai kartu tani. Sedangkan untuk bisa memiliki kartu yang dimaksud para petani harus menghubungi petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayah masing-masing.

Dengan bukti kartu itu, penyaluran  pupuk urea bersubsidi tersebut tidak sampai jatuh ke tangan orang lain yang sama sekali tidak berhak. Karena itu, bukan pihak gudang maupun penyalur dan pengecer mempersulit penyaluran pupuk kepada para petani benar-benar tepat sasaran, mengingat saat ini atau pada musim tanam (MT) II ini para petani tentu sudah membutuhkan pupuk untuk tanaman padinya.

Sedangkan stok persediaan pupuk urea bersubsidi, papar Kepala Gudang PT Pusri Kaliampo, Dimas Putro Aryanto,  saat ini tentu lebih dari cukup sehingga para petani asal mempunyai kartu tani tidak perlu khawatir. ”Akan tetapi bagi pihak yang hendak membeli pupuk urea nonsubsidi bisa berhubungan dengan kami,” tandasnya.

Berkait persediaan pupuk urea bersubsidi di gudang yang ada sekarang ini, lanjutnya, masih sebanyak 1.300 ton, tapi masih ada antrean truk pengangkut yang hendak memasukkan pupuk lagi ke dalam gudang. Karena itu, jika petani yang saat ini hendak melakukan pemupukan  tanaman padi miliknya untuk MT II saat ini tetap tersedia maksimal.

Sebab, untuk keperluan itu, pihak distributor akan melakukan penebusan di gudang dan akan menyalurkan ke pengecer di wilayahnya. Sedangkan para petani akan membeli pupuk sesuai kebutuhan, tentu disyaratkan sebagaimana yang berlaku selama  ini, yaitu harus memiliki kartu tani.

Menjawab pertanyaan, Dimas Ariyanto Putro menambahkan, sejak Januari sampai dengan April saat ini, pupuk urea bersubsudi yang sudah tersalur ke para petani sebanya 12.000 ton (26 persen) dari alokasi seluruhnya Tahun 2021 ini. ”Adapun alokasi pupuk urea bersubsidi selama satu tahun ini adalah sebanyak 45.681 ton,” imbuhnya.