Disayangkan Sejumlah Unit Kios di Pasar Wage Mangkrak

0
85
Penanggung Jawab Pasar Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Widyo.
Deretan unit kios di halaman depan Pasar Hewan Margorejo, Pati, selama ini mangkrak tanpa ada pedagang yang bersedia menjadi penghuni.

SAMIN-NEWS.com, PATI  – Sederetan kios di halaman depan Pasar Hewan Margorejo, selama ini dalam kondisi mangkrak tanpa ada pedagang yang bersedia menjadi penghuni. Beberapa kali sejak berdiri hingga sekarang sudah ada yang mencoba untuk membuka usaha berjualan dan kegiatan usaha lainnya, tapi tidak mampu bertahan lama.

Hal tersebut dibenarkan salah seorang Penanggung Jawab Pasar Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Widyo, karena ada faktor penyebab utama yang sampai saat ini belum ada penyelesaiannya. Yakni, pasar tersebut tiap hari tanpa pengunjung atau baru ada pengunjung hanya saat hari pasaran, yaitu Wage.

Akibatnya, di luar hari pasaran tersebut jelas tidak ada pengunjung kecuali hanya beberapa orang yang sekadar datang ke pasar itu untuk minum kopi. ”Dengan demikian, hari-hari di luar pasaran jelas pasar dalam kondisi sepi, sehingga pedagang yang menempatinya untuk berjualan sama sekali tidak ada pembeli,” tandasnya.

Selain deretan kios kondisi halaman depan yang juga banyak dimanfaatkan sebagai jalan masuk ke pasar hewan bila hujan juga menyisakan genangan air.

Karena itu, lanjut Widyo, hanya ada dua alternatif untuk mengurai permasalahan tersebut, yaitu pasar hewan dibuka menjadi pasar harian sehingga tidak hanya buka setiap hari pasaran. Jika tanpa ada perubahan kondisi pasar maka upaya untuk meningkatkan kondisi lingkungan pasar pihaknya tentu menghadapi kesulitan.

Padahal, upaya lain juga suda pernah dicoba dengan membuat gantangan untuk para penggemar burung oceh-ocehan. Maksudnya, jika ada pengunjung maka pedagang yang mempunyai usaha berjualan makanan maupun minuman tentu bisa laku, tapi nyatanya gantangan burung sekarang juga ditinggalkan tanpa ada lagi kegiatan.

Adapun upaya lain, adalah unit kios yang keberadaannya saling membelakangi itu dibongkar sehingga jika ada niatan pihak berkompeten membuat pasar hewan juga sebagai pasar umum ruangnya bisa lebih maksimal. ”Dengan kata lain, pasar umum tetap berlokasi di depan dan pasar hewan di belakangnya justru akan bisa lebih potensial karena lokasinya di pinggir jalan raya Pati-Kudus.” ujarnya.