Pupuk Urea Bersubsidi di Kabupaten Pati Tahun 2021 Sebanyak 45.681 Ton

0
85
Kepala Gudang Pupuk Pusri Kaliampo, Dimas Putro Aryanto.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mulai berlangsungnya panenan padi petani hasil tanam pada musim tanam (MT) I lalu, maka berikutnya adalah persiapan para petani menghadapi MT II. Karena itu, selain padi MT satu yang selesai dipanen para petani segera melakukan persiapan dengan membuat tempat pembenihan, dan diikuti dengan pengolahan lahan.

Di sela-sela kesempatan tersebut, para petani pun sudah harus melakukan persiapan yang lain, dan apalagi jika bukan pupuk. Sebab, yang biasa terjadi jika musim tanam para petani selalu berteriak sulit mendapatkan pupuk urea bersubsidi, sehingga di tengah-tengah teriakannya itu yang terlontar tak lain harganya mahal tidak jadi masalah , asal ada barangnya, maka teriakan tersebut adalah klise.

Ketika hal itu ditanyakan kepada Kepala Gudang Pupuk Pusri, di Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Dimas Putro Aryanto menegaskan, pupuk urea bersubsidi Tahun 2021 di Kabupaten Pati sebayak 45.681 ton. ”Sedangkan data kebutuhan pupuk urea petani Kabupaten Pati sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kurang lebih 46.500 ton ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, alokasi pupuk urea bersubsidi tersedia kurang lebih 98 persen, sehing jika ada petani yang menyatakan kekurangan pupuk bisa dicek ke gudang. Barangnya ada, penyalurannya ke mana alokasi pupuk tersebut juga jelas, sampai di tingkat pengecer maka  jika para petani saat ini sudah mulai mempersiapkan MT II, untuk persediaan kebutuhan pupuk memang ada.

Akan tetapi, semua alokasinya adalah sesuai dengan RDKK sehingga petani tidak bisa membeli pupuk di luar ketentuan tersebut, mengingat ini adalah barang bersubsidi. ”Karena itu, sepanjang  yang bersangkutan punya NIK petani, hal itu pasti dilayani karena dengan kartu tersebut akan diketahui berapa jatah pupuk untuk mereka,” tandasnya.

Terpisah salah seorang petani Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo bersama para petani lainnya kini mulai mengeluh sulitnya mendapat pupuk untuk menghadapi MT II. ”Ada di antara mereka yang mencari sampai ke Jepara, tapi mendapat barangnya dan diangkut menggunakan truk di jalan dikejar polisi,” ungkapnya.