Los Ikan dan Sayur Pasar Wedarijaksa Menunggu Penyerahan

0
65
Pintu masuk los ikan dan sayur Pasar Wedarijaksa masih tergembok dan tak pernah dibuka.
Bagian dalam los yang belum pernah dimanfaatka sejak selesai dibangun lebih dari satu tahun lalu.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sejak selesai dibangun lebih dari satu tahun lalu hingga sekarang los ikan dan sayuran Pasar Wedarijaksa belum pernah dimanfaatkan untuk berjualan pedagang. Dengan kata lain, selama ini fasilitas tersebut dibiarkan tak terpakai , dan tetap dalam kondisi tergembok pintu masuknya.

Karena itu jika hitungan untuk pemakaiannya adalah sistim sewa petak los per bulan maupun per tahun tentu belum pernah terpungut, sehingga hal itu boleh dibilang tidak produktif. Padahal jika fasilitas tersebut sejak awal selesai dibangun kemudian dipergunakan, kondisinya tentu lain bila dibading dengan kondisi los yang tetap dibiarkan tersebut.

Dengan demikian, papar sejumlah warga, agar tidak terlanjur dan keburu rusak karena lama tak dipergunakan, lebih baik segera ditawarkan kepada pedagang yang berminat. ”Utamanya adalah warga Wedarijaksa, kemudian sekitarnya, barulah kemudian pedagang dari daerah lain,” ujar salah seorang di antara mereka, Budi (35).

Caranya, lanjut dia, tentu diumumkan secara terbuka, kemudian diatur retribusi bagi para penggunanya sesuai ketentuan, sehingga para pedagang bisa melakukan persiapan berjualan. Sebab, dalam kondisi seperti sekarang tentu banyak warga yang ingin berjualan, meskipun bukan ikan maupun daging, tapi mereka juga bisa berjualan sayur.

Paling tidak, untuk berjualan yang disebut terakhir lebih mudah dilakukan karena barang-barangnya mudah didapatkan dalam kondisi cuaca apa pun. ”Misalnya, mereka akan berjualan bawang merah, wilayah Kecamatan Wedarijaksa seperti Desa Bangsalrejo, Sidoharjo, Ngayurenrejo dan Ngurensiti, banyak petani yang menanamnya, ” imbuh Budi.

Penanggung jawab pengelola pasar Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Widyo, ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak. Faktornya, sejak selasai dibangun hingga sekarang secara fisik fasilitas itu belum diserahkan pihaknya oleh Kementrian Perdagangan.

”Sebab, untuk membangun fasilitas iti sumber dananya berasal dari bantuan pusat, yaitu Kementrian Perdagangan,” tandasnya.