Gerak Cepat Olah Lahan untuk Kembali Tanam Padi Pascabanjir

0
49
Petani yang lahan sawahnya di Desa Tanjang, Kecamatan Gabus yang aman dari genangan banjir setelah panen kembali mengolah lahannya untuk siap ditanami padi lagi.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati pada banjir beberapa hari lalu tanaman padi miliknya sempat tergenang, tapi tidak terendam hasilnya masih bisa dipanen. Sekarang, mereka pun kembali turun ke sawah mengolah lahannya untuk kembali ditanami padi meskipun untuk keperluan itu kebutuhan airnya harus memompa memanfaatkan sisa air yang ada.

Kondisi seperti itu, saat ini bisa dilihat di Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, di mana beberapa waktu sebelumnya genangan air pada areal persawahan sisi timur jalan raya Pati-Purwodadi juga cukup melimpah. Akan tetapi, sekarang ini petani yang harus kembali menanam padi untuk kebutuhan airnya harus memompa sisa genangan air yang ada.

Bagi beberapa petani, di antaranya adalah penyewa lahan dari desa tetangga, Kosekan juga di Kecamatan Gabus, hal itu tidak masalah karena sudah terbiasa dengan kondsi areal persawahan yang kekurangan air. ”Akan tetapi juga terbiasa dikerebut air jika banjir seperti kemarin,” ujar salah seorang di antara penyewa lahan, asal Kosekan, Marno (56).

Kondisi tanaman padi petani di Desa Tanjang, Kecamatan Gabus yang puso karena berhari-hari terendam banjir.

Sedangkan upaya yang kini tengah dilakukan, adalah untuk mengejar sisa waktu turunnya hujan yang sudah mulai jarang tapi diharapkan masih bisa dimanfaatkan utuk kembali menanam padi pasca banjir ini. Seperti para petani yang areal persawahannya masih terendam banjir, maka jika ada kesempatan sudah benar-benar surut akan lebih baik jika kembali menanam padi.

Itupun dengan satu perkiraan, bahwa kendati masih adanya kemungkinan turunnya hujan, mudah-mudahan banjir tidak lagi kembali terulang. Dengan cuaca yang kadang-kadang masih sering hujan tersebut, paling tidak nanti masih bisa membasahi tanam padi ulang para petani yang kemarin tanaman padinya terendam banjir.

Hal tersebut membuktikan, bahwa para petani meskipun habis terpuruk karena tanaman padinya terendam banjir, sekarang siap bangkit untuk kembali menanam padi. ”Kondisi tersebut bagi para petani adalah hal biasa, dan jika pihak pemerintah hendak memberi bantuan lebih baik berupa benih padi,” imbuhnya.