Darji; Satu Tahun Menjaga Tempat Pembuangan Sampah Pinggir Jalan Pati-Tayu

0
50
Darji (58), warga Dukuh Bongsri, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pati, di ''gubuk''-nya , di pinggir jalan raya Pati-Tayu KM 4.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hidup memang pilihan meskipun jarang di antara kita yang berani memilih sesuatu yang tidak dilakukan oleh banyakan orang. Akan tetapi bagi Darji (58), warga Dukuh Bongsri, Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pati, justru berani memilih sesuatu yang tak lazim meskipun tidak ada yang memerintah dan membayar, melainkan atas kesadaran sendiri.

Kesadaran tersebut, muncul sekitar satu tahun lalu ketika tiap hari dia dan kebanyakan orang yang melintas di ruas jalan raya Pati-Tayu KM 4, melihat berserakannya sampah di pinggir ruas jalan itu. Tidak hanya sakadar sampah yang berserakan karena dibuang secara sembarangan oleh warga, tapi juga menyengatnya bau busuk dengan lalat berterbangan serta mengkerubutinya.

Dengan satu tekad, paparnya,  bahwa hal tersebut para pembuang sampah masih bisa diajak berkompromi, ayah tiga anak dan tiga orang cucu tersebut penuh rasa sabar membangun komunikasi dengan para pembuang sampah secara sembarangan. ”Saat itu, kami sebelum subuh dengan berkendara sepeda sudah tiba di lokasi pembuangan sampah tersebut,” ujarnya.

Penempatan kontainer sampah yang dibawahnya cukup bersih tanpa ada ceceran sampah, karena Darji yang selalu siap menyapu mesikipun itu hanya beberapa helai daun jatuh.

Pada awalnya, lanjut dia, mengetahui kehadirannya di tempat tersebut pembuang sampah itu takut, tapi begitu bungkusan sampah dalam kantong plastik diminta untuk dimasukkan dalam kontainer, pembuang sampah itu justru memberi imbalan uang ala kadarnya. Dari hari ke hari hal itu diikuti pembuang sampah lainnya, maka sampai sekarang setelah dia hadir di tempat tersebut menjadi terbiasa.

Apalagi, jika ada yang membuang sampah cukup banyak dalam karung plastik, maka dia langsung mengangkatnya untuk dimasukkan dalam kontainer. Sedangkan kontainer dan tembok penyekat keliling itu sudah ada sebelumnya, tapi kondisinya masih banyak sampah yang dibuang dengan sadar dilempar sehingga lebih banyak yang jatuh di bawahnya.

Hal itu berbeda jauh dengan kondisi sekarang, dia yang selalu membantu memasukkan kantong-kantong sampah ke dalam kontainer, ternyata mendapat dukungan dari para pembuang sampah yang sudah benar-benar tertib, sehingga bisa ditiru oleh pembuang sampah di tempat lain. ”Meskipun mereka dengan sukarela memberi uang ala kadarnya sebagai ucapan terimakasih, kami lebih menghargai tumbuhnya kesadaran mereka membuang sampah pada tempatnya,” imbuh Darji.