Bulog Pati Sudah Serap Ratusan Ton Gabah dan Beras dari Para Mitra Kerja

0
93
Kepala Bulog Pati, Yonas Haryadi.
Kepala Gudang Bulog 205 Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati, Hartono yang menampung serapan gabah dari mitranya.

SAMIN-NEWS.com, PATI –  Sampai hari ini, Jumat (12/3) Bulog Pati sudah menyerap ratusan ton gabah maupun beras dari para mitra kerjanya, baik dari Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Kabupaten Blora. Sedangkan yang menumbuhkan optimistis hasil serapan sebagai cadangan stok pangan nasional itu akan maksimal, karena para mitra kerja sudah mulai aktif.

Maksudnya, papar Kepala Bulog Pati, Yonas Haryadi, selain mereka sudah medaftar dan juga mulai mengurus kelengkapan persyaratan juga melakukan kontrak dengan pihaknya. Sehingga salah seorang mitra yang sudah melakukan kontrak pengadaan dalam bentuk gabah kering giling (GKG), sudah berhasil diserap sebanyak 140 ton.

Akan tetapi, khusus yang 10 ton terpaksa ditangguhkan karena hasil pengujian kualitas masih banyak butir hampa/kotoran, sehingga harapannya hal itu bisa diproses ulang. ”Sesuai ketentuan untuk GKG dengan kadar air paling tinggi 14 persen, hampa/kotoran paling tinggi 3 persen diterima dengan harga 5.300 per kilogram,” ujarnya.

Serapan beras dari mitra Bulog Pati, Jumat (12/3) hari ini di Gudang 204  Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya mengimbau agar para petani bersama kelompoknya bisa memproses gabah hasil panennya menjadi gabah kering giling (GKG) sehingga bisa masuk dan memenuhi syarat serapan gabah sebagaimana diatur dalam ketentuan Permendag No 20 Tahun 2020. Sehingga para petani tidak hanya melulu terpaku menjual gabah panennya dengan kualitas gabah kering panen (GKP) Rp 4.200 per kilogram.

Jika dibanding dengan harga GKG, kelebihannya sudah terpaut Rp 1.100 per kilogram yang terhitung sudah cukup lumayan seperti yang dilakukan salah seorang mitra kerjanya. Untuk GKG jika dihitung berdasarkan rendemen 63,5 persen, maka untuk satu kuintal jika digiling memang harus bisa menghasilkan beras sebanyak 63,5 kilogram.

Terlepas dari hal itu, jika petani bersama kelompok taninya hendak memasukkan ke gudang dalam bentuk beras, maka syaratnya untuk kadar air paling tinggi 14 persen, butir patah paling tinggi 20 persen dan kadar menir 2 persen, serta derajat sosoh 95 persen harganya di pintu gudang adalah Rp 8.300/kilogram. ”Sampai saat ini serapan kami berupa beras dari para mitra kerja sudah mencapai 500 ton, dan hal itu akan terus bertambah,” imbuhnya.