Samin News Launching Buku “Membingkai Langkah Baru”

0
151
Peneyarahan buku “Membingkai Langkah Baru” secara simbolis oleh Rudy Alfa Hidayat kepada Pemred Samin News, Alman Eko Darmo.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Salah satu rangkaian kegiatan Media “Saminnews” di bulan Februari ini, adalah sebagaimana pers merayakan hari lahirnya untuk diperingati. Bahkan, bukan hanya itu saja, yakni juga aksi kepedulian terhadap lingkungan dalam bentuk tanam pohon di ruas jalan masuk wisata Goa Pancur di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen.

Selain itu, keberhasilan “Saminnews” di bulan Februari ini adalah salah satunya mampu mengorbitkan karya jurnalistiknya ke dalam bentuk buku, yaitu dengan judul “Membingkai Langkah Baru”.

Buku ini merupakan pemikiran redaksi Saminnews dalam melihat fenomena yang terjadi baik pada skala daerah maupun secara global. Dengan demikian, buku ini semacam kumpulan tulisan telaah kritis agar bisa dibaca dan sebagai ruang jendela yang belum terpikirkan dari sebagian orang.

Akhirnya, buku “Membingkai Langkah Baru” ini resmi dilaunching, Ahad (21/2) masih pada momen Hari Pers Nasional (HPN) serta menjadi rangkaian kegiatan lainnya.

Rudy Alfa Hidayat, selaku redaksi juga salah satu penulis di dalam buku tersebut memaparkan “Membingkai Langkah Baru” merupakan bagian produk Saminnews, yakni kata pengantar pada e-koran.

“Alhamdulillah Saminnews mampu membuat buku, pada ulang tahunnya, juga pada peringatan HPN. Bahkan rencananya, kami hendak melakukan pameran virtual foto kuburan pemakaman standar Covid-19,” ucapnya.

Namun, lantaran masih terkendala teknis akhirnya pameran virtual itu diundur. Dan pameran kuburan akan dilaksanakan saatnya nanti program jaringan sudah siap sedia.

Buku “Membingkai Langkah Baru” ini menarik bagi pembaca. Pasalnya, kita dijelaskan kegelisahan atas pemikiran penulis dengan menyuguhkan fenomena sosial. Contoh saja mengutip buku tersebut halaman 51, penulis menyuguhkan kondisi masyarakat kita dihadapkan pada ruang media sosial (Medsos) sebagai bahan guyon dengan aparat penegak hukum yang dianggap terlalu sensitiv dengan isu-isu yang berkembang.