Sorot Kamera Tiga Pekan; Memunculkan ”Monumen” Penghancuran di Lorong Indah

0
165

Pengantar Redaksi : Tak terasa ternyata sudah memasuki pekan ketiga di bulan Februari, sejak Kamis Kliwon (3/Februari) 2022 hingga Rabu Kliwon (23 Februari) di tahun yang sama. Dari sorot kamera dalam rentang waktu tersebut, ternyata memunculkan kondisi sebuah dampak mirip ”Monumen” penghancuran atas bangunan di Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo yang belum seluruhnya tuntas, karena bekas-bekasnya masih dibiarkan oleh pemiliknya.

”Samin-News…….” Salam Waras……!!

Jika pemandangan yang terekam kamera hari ini diaktualisasikan dengan mengedepankan estetika, maka ”Monumen” penghancuran bangunan di kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo yang tidak tuntas tersebut, tetap nampak artistik.(Foto:SN/aed)

Sisa-sisa ”Monumen” penghancuran bangunan di kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo yang sampai Rabu (23/Februari) 2022 hari ini, untuk tempat tandon air ini, tetap dibiarkan oleh pemiliknya.(Foto:SN/aed)

Siapa pun jika melihat material sebagaimana terekam kamera ”Samin News” yang masih tegak berdiri di antara reruntuhan ”Monumen” penghancuran bangunan di kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margirejo, tentu akan langsung menyebut nama pemiliknya, yaitu PLN. Ternyata material tersebut masih selamat, karena tidak ikut menjadi target dalam pembongkaran itu.(Foto:SN/aed)

Jika ini adalah bagian sebuah karya seni maka ”Monumen” penghancuran bangunan di kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, dari sisi imajinasi benar-benar cukup ekspresif. Hal tersebut menunjukkan, bahwa saat pembongkaran dilakukan memang tidak sampai menyebabkan, bagian dari bangunan itu benar-benar rata tanah, sehingga oleh pemiliknya memilih untuk tetap dibiarkan hingga sekarang.(Foto:SN/aed)

Jika melihat pagar pengaman seperti yang terekam dalam kamera hari ini, orang akan menganggap bahwa di tempat tersebut tengah berlangsung pelaksanaan pekerjaan sebuah proyek yang biayanya mencapai miliaran rupiah. Akan tetapi, faktanya lain, karena pagar tersebut adalah untuk menutup sebuah pemandangan ”Monumen” penghancuran bangunan di kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo yang tidak rata tanah.(Foto:SN/aed)

Yang terlihat terikat di tiang bambu dan hanya tinggal satu-satunya yang tersisa di lokasi ”Monumen” penghancuran bangunan di kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, adalah selembar bendera. Yakni, bendera sebuah organisasi kemasyarakatan yang pernah mengambil posisi markasnya di lokasi tersebut.(Foto:SN/aed)

Kendati dilihat dari sisi ukuran bangunan ini kecil, karena awalnya memang hanya sebuah warung full musik dalam kepentingan ”nunut urip” di kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo yang juga menjadi bagian dari ”Monumen” penghancuran bangunan di kompleks tersebut. Akan tetapi letaknya yang di depan,  tepat di pinggir jalan masuk kompleks lorong ternyata tidak ikut diratakan dengan tanah.(Foto:SN/aed)

Untuk tidak butuh melihat lagi ”Monumen” penghancuran bangunan di Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, maka ada di antara pemilik bangunan tersebut yang harus menyewa peralatan ekskavator ukuran kecil. Tujuannya, sudah barang tentu agar sisa-sisa ”Monumen” tersebut sekalian dihancurkan, agar bisa segera bersih dan tidak lagi selalu menjadi tontonan.(Foto:SN/aed)

Salah satu material di lokasi ”Monumen” penghancuran bangunan di Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, yang tetap menarik perhatian adalah barang-barang bekas, utamanya besi untuk penguat konstruksi bangunan di lokasi tersebut. Karena material bekas jenis itu sudah dijual pemiliknya kepada orang yang kali pertama menawarnya, maka para pemulung lainnya saat ini tinggal mencari barang-barang bekas jenis lainnya, utamanya logam jenis galvalum meskipun dari sisi harga jual barang itu tidak menarik.(Foto:SN/aed)

Selama ”Monumen” penghancuran bangunan di Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, tidak sekalian dibersihkan hingga benar-benar bersih maka para penonton monumen tersebut akan terus berdatangan. Penonton yang bersangkutan kebanyakan adalah memanfaatkan momen tersebut untuk diabadikan dalam dokumen pribadinya.(Foto:SN/aed)